Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Kentanix Supra International Tbk. (KSIX) vs Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (MAHA)

Kentanix Supra International Tbk.Trading
Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Kentanix Supra International Tbk. dan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.: Kentanix Supra International Tbk. diperdagangkan di Rp406 (kapitalisasi pasar 867,96 M, volume 24 jam 81,6 rb), sedangkan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. diperdagangkan di Rp145 (kapitalisasi pasar 2,42 T, volume 24 jam 4,28 jt). Perbedaan utamanya: Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar Kentanix Supra International Tbk., dan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. lebih aktif diperdagangkan (4,28 jt vs 81,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KSIXMAHA
Kapitalisasi Pasar
867,96 M2,42 T
Volume
81,6 rb4,28 jt
Lot
81642,79 rb
Perputaran
33,19 jt613,55 jt
Harga Rata-rata
406,78143,4
Nilai Transaksi
33,19 jt613,55 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
145
Volume Ekuilibrium Indikatif
48

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KSIX
Lihat detail
MAHA
Lihat detail

Tentang Kentanix Supra International Tbk.

PT Kentanix Supra International Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 41 dated October 27, 1980 of Samsul Hadi, S.H., as amended by Deed No. 25 dated April 8, 1981 and Deed No. 10 dated October 9, 1981 of the same Notary. The Company commenced its commercial operations in 1985. PT Badra Arta, a company incorporated in Indonesia, is the parent entity of the Company.

Selengkapnya di halaman KSIX

Tentang Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.

PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (the Company) is a limited liability company established in the Republic of Indonesia based on Notarial Deed of Julia Rochana Murat, S.H., No. 18 dated January 25, 1994. The Company started commercial activities in 1994.

Selengkapnya di halaman MAHA