Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. (KIAS) vs Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO)

Keramika Indonesia Assosiasi Tbk.Trading
Abadi Lestari Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. dan Abadi Lestari Indonesia Tbk.: Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. diperdagangkan di Rp21 (kapitalisasi pasar 313,51 M), sedangkan Abadi Lestari Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp4.500 (kapitalisasi pasar 14,25 T, volume 24 jam 449,7 rb). Perbedaan utamanya: Abadi Lestari Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 45,5× kapitalisasi pasar Keramika Indonesia Assosiasi Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KIASRLCO
Kapitalisasi Pasar
313,51 M14,25 T
Volume
449,7 rb
Lot
4,5 rb
Perputaran
2 M
Harga Rata-rata
4.442,22
Nilai Transaksi
2 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
4.500
Volume Ekuilibrium Indikatif
23

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KIAS
Lihat detail
RLCO
Lihat detail

Tentang Keramika Indonesia Assosiasi Tbk.

KIA Group is one of the most diversified ceramic manufacturers in Indonesia, manufacturing Floor tiles (KSM), wall ties (KIA) and roof tiles (KKM). From their modest origins, a small ceramic tableware producer in the 1950s, KIA Group has to grown up to become Indonesias leading ceramic building material manufacturer. KIA Group received official recognition of its quality management system standard from SGS certification ISO 9002 no. Q4724 in 1995. In addition, KIA Group is in compliance with the World Bank Environmental and Social Policy Standard.

Selengkapnya di halaman KIAS

Tentang Abadi Lestari Indonesia Tbk.

PT Abadi Lestari Indonesia (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 166 of Siti Nurul Hidajah, S.H., M.Kn., Notary in Bojonegoro, dated August 11, 2014. The Entity started its commercial operations in 2014. PT Abadi Lestari Indonesia is the parent entity, whereas Edwin Pranata is the ultimate beneficial owner of the group.

Selengkapnya di halaman RLCO