Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Kedawung Setia Industrial Tbk. (KDSI) vs Organon Pharma Indonesia Tbk. (SCPI)

Kedawung Setia Industrial Tbk.Trading
Organon Pharma Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Kedawung Setia Industrial Tbk. dan Organon Pharma Indonesia Tbk.: Kedawung Setia Industrial Tbk. diperdagangkan di Rp468 (kapitalisasi pasar 758,16 M, volume 24 jam 4,4 rb), sedangkan Organon Pharma Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp29.000 (kapitalisasi pasar 104,4 M). Perbedaan utamanya: Kedawung Setia Industrial Tbk. jauh lebih besar — sekitar 7,3× kapitalisasi pasar Organon Pharma Indonesia Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KDSISCPI
Kapitalisasi Pasar
758,16 M104,4 M
Volume
4,4 rb
Lot
44
Perputaran
2,06 jt
Harga Rata-rata
468
Nilai Transaksi
2,06 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
468
Volume Ekuilibrium Indikatif
800

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KDSI
Lihat detail
SCPI
Lihat detail

Tentang Kedawung Setia Industrial Tbk.

PT. Kedawung Setia Industrial Tbk (the Company) was established under the name PT Kedawung Setia Industrial Ltd., under the Domestic Capital Investment Law No.6 of 1968 (as amended by Law No. 25 year 2007) based on Notarial Deed No. 30 dated January 9, 1973 of Djoko Soepadmo, S.H. PT. Kedawung Setia Industrial Tbk. produces and sells enamel cookware and it`s subsidiary company produces corrugated carton box.

Selengkapnya di halaman KDSI

Tentang Organon Pharma Indonesia Tbk.

PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk was established within the frame work of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970 based on Notarial Deed No. 17 dated 7 March 1972 of Djojo Muljadi, S.H. The company originally incorporated as PT. Essex Indonesia, as a joint venture between Schering Corporation, a worldwide, research-based pharmaceutical enterprise headquartered in the United States, and an Indonesian businessman.

Selengkapnya di halaman SCPI