Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Kedawung Setia Industrial Tbk. (KDSI) vs Multi Hanna Kreasindo Tbk. (MHKI)

Kedawung Setia Industrial Tbk.Trading
Multi Hanna Kreasindo Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Kedawung Setia Industrial Tbk. dan Multi Hanna Kreasindo Tbk.: Kedawung Setia Industrial Tbk. diperdagangkan di Rp460 (kapitalisasi pasar 741,96 M, volume 24 jam 24,8 rb), sedangkan Multi Hanna Kreasindo Tbk. diperdagangkan di Rp133 (kapitalisasi pasar 506,25 M, volume 24 jam 1,08 jt). Perbedaan utamanya: Kedawung Setia Industrial Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Multi Hanna Kreasindo Tbk. lebih aktif diperdagangkan (1,08 jt vs 24,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KDSIMHKI
Kapitalisasi Pasar
741,96 M506,25 M
Volume
24,8 rb1,08 jt
Lot
24810,79 rb
Perputaran
11,46 jt143,07 jt
Harga Rata-rata
462,13132,57
Nilai Transaksi
11,46 jt143,07 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
133
Volume Ekuilibrium Indikatif
207

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KDSI
Lihat detail
MHKI
Lihat detail

Tentang Kedawung Setia Industrial Tbk.

PT. Kedawung Setia Industrial Tbk (the Company) was established under the name PT Kedawung Setia Industrial Ltd., under the Domestic Capital Investment Law No.6 of 1968 (as amended by Law No. 25 year 2007) based on Notarial Deed No. 30 dated January 9, 1973 of Djoko Soepadmo, S.H. PT. Kedawung Setia Industrial Tbk. produces and sells enamel cookware and it`s subsidiary company produces corrugated carton box.

Selengkapnya di halaman KDSI

Tentang Multi Hanna Kreasindo Tbk.

PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (Company), was established on September 23, 2004 based on Deed of Notary Drajat Dramaji, S.H., No.165. The company became effective commercially on September 23, 2004. The parent entity of the Company is PT Multi Hanna Sinergitama and the ultimate beneficial owners of the Company are Mr. Shahabuddin and Mr. Alwi.

Selengkapnya di halaman MHKI