Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja KMI Wire Cable Tbk (KBLI) vs Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (MAHA)

KMI Wire Cable TbkTrading
Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan KMI Wire Cable Tbk dan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.: KMI Wire Cable Tbk diperdagangkan di Rp340 (kapitalisasi pasar 1,34 T, volume 24 jam 650,3 rb), sedangkan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. diperdagangkan di Rp145 (kapitalisasi pasar 2,42 T, volume 24 jam 4,28 jt). Perbedaan utamanya: Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. lebih aktif diperdagangkan (4,28 jt vs 650,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

KBLIMAHA
Kapitalisasi Pasar
1,34 T2,42 T
Volume
650,3 rb4,28 jt
Lot
6,5 rb42,79 rb
Perputaran
218,33 jt613,55 jt
Harga Rata-rata
335,73143,4
Nilai Transaksi
218,33 jt613,55 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
340145
Volume Ekuilibrium Indikatif
13648

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

KBLI
Lihat detail
MAHA
Lihat detail

Tentang KMI Wire Cable Tbk

PT KMI Wire and Cable Tbk (the Company) formerly PT. GT Kabel Indonesia is one of the largest telecommunications and power cable producer. It is owned 53% by Gadjah Tunggal Group. It was established in 1972 by Electro GmbH of Germany (today known as Alcatel Kabelmetal) and PT Gunung Ngadeg Djaya.The Company was established wtihin the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970, based on deed No. 42 dated January 19, 1972 of Djojo Muljadi, SH, notary in Jakarta

Selengkapnya di halaman KBLI

Tentang Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.

PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (the Company) is a limited liability company established in the Republic of Indonesia based on Notarial Deed of Julia Rochana Murat, S.H., No. 18 dated January 25, 1994. The Company started commercial activities in 1994.

Selengkapnya di halaman MAHA