Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) vs Panca Mitra Multiperdana Tbk. (PMMP)

Jakarta Setiabudi Internasional TbkTrading
Panca Mitra Multiperdana Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jakarta Setiabudi Internasional Tbk dan Panca Mitra Multiperdana Tbk.: Jakarta Setiabudi Internasional Tbk diperdagangkan di Rp1.500 (kapitalisasi pasar 3,22 T, volume 24 jam 73 rb), sedangkan Panca Mitra Multiperdana Tbk. diperdagangkan di Rp50 (kapitalisasi pasar 129,42 M). Perbedaan utamanya: Jakarta Setiabudi Internasional Tbk jauh lebih besar — sekitar 24,9× kapitalisasi pasar Panca Mitra Multiperdana Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JSPTPMMP
Kapitalisasi Pasar
3,22 T129,42 M
Volume
73 rb
Lot
730
Perputaran
108 jt
Harga Rata-rata
1.479,5
Nilai Transaksi
108 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.500
Volume Ekuilibrium Indikatif
297

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JSPT
Lihat detail
PMMP
Lihat detail

Tentang Jakarta Setiabudi Internasional Tbk

PT. Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (the Company) was established in the Republic of Indonesia within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 year 1968 as amended by Law No. 12 year 1970 based on Notarial Deed No. 4 dated July 2, 1975 of Imas Fatimah, S.H., as amended by Notarial Deed No. 15 dated September 11, 1975 of the same notary. At the first time until 1996 this company was focusing in construction. Leasing and office building maintanance and apartment surrounding Kuningan area, Jakarta.

Selengkapnya di halaman JSPT

Tentang Panca Mitra Multiperdana Tbk.

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (the Company) was established in Jakarta based on Notarial Deed No. 52 of Buntario Tigris Darmawa Ng, S.H., S.E., Candidate Notary, dated August 8, 1997. The Company commenced its commercial activity in 1997. The Company’s immediate parent company is PT Tiga Makin Jaya, which is ultimately owned by Soesilo Soebardjo.

Selengkapnya di halaman PMMP