Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) vs Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO)

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.Trading
Maha Properti Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. dan Maha Properti Indonesia Tbk.: Japfa Comfeed Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp2.260 (kapitalisasi pasar 25,8 T, volume 24 jam 10,38 jt), sedangkan Maha Properti Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp11.500 (kapitalisasi pasar 119,31 T, volume 24 jam 10,6 rb). Perbedaan utamanya: Maha Properti Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 4,6× kapitalisasi pasar Japfa Comfeed Indonesia Tbk., dan Japfa Comfeed Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (10,38 jt vs 10,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JPFAMPRO
Kapitalisasi Pasar
25,8 T119,31 T
Volume
10,38 jt10,6 rb
Lot
103,82 rb106
Perputaran
23,52 M123,03 jt
Harga Rata-rata
2.265,3311.606,6
Nilai Transaksi
23,52 M123,03 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
2.26011.500
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,46 rb1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JPFA
Lihat detail
MPRO
Lihat detail

Tentang Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (the Company) was established within the framework of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 based on Notarial Deed No. 59 dated January 18, 1971 of Djojo Muljadi, S.H., public notary, as amended by Notarial Deed No. 60 dated Februari 15, 1972, of the same notary. Japfa is currently the second largest animal feed producer in Indonesia with an estimated market share of around 35% in the domestic poultry feed market. The company was originally involved in the production of copra extraction pellets

Selengkapnya di halaman JPFA

Tentang Maha Properti Indonesia Tbk.

PT Propertindo Mulia Investama Tbk (formerly PT Agro Mulia Investama) (the Entity) was established based on Notarial Deed No. 2 of Notary Benediktus Andy Widyanto, S.H., dated March 5, 2004.

Selengkapnya di halaman MPRO