Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Niramas Utama Tbk. (JELI) vs Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA)

Niramas Utama Tbk.Trading
Maharaksa Biru Energi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Niramas Utama Tbk. dan Maharaksa Biru Energi Tbk.: Niramas Utama Tbk. diperdagangkan di Rp640 (kapitalisasi pasar 848,22 M, volume 24 jam 9,18 jt), sedangkan Maharaksa Biru Energi Tbk. diperdagangkan di Rp316 (kapitalisasi pasar 2,06 T, volume 24 jam 17,06 jt). Perbedaan utamanya: Maharaksa Biru Energi Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,4× kapitalisasi pasar Niramas Utama Tbk., dan Maharaksa Biru Energi Tbk. lebih aktif diperdagangkan (17,06 jt vs 9,18 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JELIOASA
Kapitalisasi Pasar
848,22 M2,06 T
Volume
9,18 jt17,06 jt
Lot
91,79 rb170,62 rb
Perputaran
5,9 M5,42 M
Harga Rata-rata
643,25317,82
Nilai Transaksi
5,9 M5,42 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
670324
Volume Ekuilibrium Indikatif
180,8 rb436,3 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JELI
Lihat detail
OASA
Lihat detail

Tentang Niramas Utama Tbk.

PT. Niramas Utama Tbk. (the Company) formerly PT Nata Sari Raya was established based on Notarial Deed No. 86 dated 22 November 1990, by Notary Samsul Hadi, S.H. The Company started its commercial operations in 1994. The parent entity and the ultimate parent entity of the Company are PT Niramas Utama International and PT Supra Sentral Investama

Selengkapnya di halaman JELI

Tentang Maharaksa Biru Energi Tbk.

PT. Protech Mitra Perkasa Tbk (the Company) was established on April 20, 2006 based on the Notarial Deed No. 72 of Mellyani Noor Shandra S.H. The Company is starting as general trading and contracting company, the company continue to grow and build a solid reputation within the telecommucication industry. Complementing its trade and construction business, in 2013, the Company extends its services by providing managed services for Telco Towers through its full subsidiary, Telesys Indonesia.

Selengkapnya di halaman OASA