Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jembo Cable Company Tbk (JECC) vs Organon Pharma Indonesia Tbk. (SCPI)

Jembo Cable Company TbkTrading
Organon Pharma Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jembo Cable Company Tbk dan Organon Pharma Indonesia Tbk.: Jembo Cable Company Tbk diperdagangkan di Rp805 (kapitalisasi pasar 623,7 M, volume 24 jam 3,07 jt), sedangkan Organon Pharma Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp29.000 (kapitalisasi pasar 104,4 M). Perbedaan utamanya: Jembo Cable Company Tbk jauh lebih besar — sekitar 6× kapitalisasi pasar Organon Pharma Indonesia Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JECCSCPI
Kapitalisasi Pasar
623,7 M104,4 M
Volume
3,07 jt
Lot
30,74 rb
Perputaran
2,92 M
Harga Rata-rata
950,76
Nilai Transaksi
2,92 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
805
Volume Ekuilibrium Indikatif
190

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JECC
Lihat detail
SCPI
Lihat detail

Tentang Jembo Cable Company Tbk

PT Jembo Cable Company Tbk (“the Company”) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6 of Year 1968 as amended by Law No. 12 of Year 1970 based on Notarial deed No. 51 dated 17 April 1973 of Lody Herlianto, S.H., Notary in Jakarta.The business has manufactured multiple lines of power cable products from low-voltage cables, medium-voltage power cables, copper conductor telecommunication cables to fiber-optics telecommunication cables.

Selengkapnya di halaman JECC

Tentang Organon Pharma Indonesia Tbk.

PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk was established within the frame work of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970 based on Notarial Deed No. 17 dated 7 March 1972 of Djojo Muljadi, S.H. The company originally incorporated as PT. Essex Indonesia, as a joint venture between Schering Corporation, a worldwide, research-based pharmaceutical enterprise headquartered in the United States, and an Indonesian businessman.

Selengkapnya di halaman SCPI