Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) vs Damai Sejahtera Abadi Tbk. (UFOE)

Jaya Agra Wattie TbkTrading
Damai Sejahtera Abadi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jaya Agra Wattie Tbk dan Damai Sejahtera Abadi Tbk.: Jaya Agra Wattie Tbk diperdagangkan di Rp148 (kapitalisasi pasar 2,69 T, volume 24 jam 16,53 jt), sedangkan Damai Sejahtera Abadi Tbk. diperdagangkan di Rp145 (kapitalisasi pasar 423,15 M, volume 24 jam 5,35 jt). Perbedaan utamanya: Jaya Agra Wattie Tbk jauh lebih besar — sekitar 6,4× kapitalisasi pasar Damai Sejahtera Abadi Tbk., dan Jaya Agra Wattie Tbk lebih aktif diperdagangkan (16,53 jt vs 5,35 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

JAWAUFOE
Kapitalisasi Pasar
2,69 T423,15 M
Volume
16,53 jt5,35 jt
Lot
165,29 rb53,47 rb
Perputaran
2,51 M805,82 jt
Harga Rata-rata
151,99150,7
Nilai Transaksi
2,51 M805,82 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
148145
Volume Ekuilibrium Indikatif
6,3 rb277

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

JAWA
Lihat detail
UFOE
Lihat detail

Tentang Jaya Agra Wattie Tbk

PT Jaya Agra Wattie was founded with the name Handel Maatschappij J.A. Wattie and Company Limited. PT Jaya Agra Wattie (Persero) is one of private agribusiness corporations engaging in plantation, processing and agricultural logistics and marketing activities. Having 90 years of experience in the agriculture sector, the company continually strengthens its business base through a diversification approach by cultivating various premium plantations of primary raw commodities such as rubber, crude palm oil (CPO), coffee and tea.

Selengkapnya di halaman JAWA

Tentang Damai Sejahtera Abadi Tbk.

PT Damai Sejahtera Abadi Tbk (the Company) was established in Surabaya based on Notarial Deed No. 46 of Setiawati Sabarudin, S.H., Notary in Surabaya, dated January 29, 2004. The Company’s immediate parent company is PT Damai Sejahtera Lestari, which is ultimately owned by Mr. Pudji Harianto and Mr. Poedji Harixon.

Selengkapnya di halaman UFOE