Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) vs Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS)

Indo Tambangraya Megah TbkTrading
Kian Santang Muliatama Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indo Tambangraya Megah Tbk dan Kian Santang Muliatama Tbk.: Indo Tambangraya Megah Tbk diperdagangkan di Rp24.425 (kapitalisasi pasar 27,97 T, volume 24 jam 1,48 jt), sedangkan Kian Santang Muliatama Tbk. diperdagangkan di Rp190 (kapitalisasi pasar 287,47 M, volume 24 jam 16,02 jt). Perbedaan utamanya: Indo Tambangraya Megah Tbk jauh lebih besar — sekitar 97,3× kapitalisasi pasar Kian Santang Muliatama Tbk., dan Kian Santang Muliatama Tbk. lebih aktif diperdagangkan (16,02 jt vs 1,48 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ITMGRGAS
Kapitalisasi Pasar
27,97 T287,47 M
Volume
1,48 jt16,02 jt
Lot
14,78 rb160,21 rb
Perputaran
36,28 M2,92 M
Harga Rata-rata
24.551,65182,51
Nilai Transaksi
36,28 M2,92 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
24.425190
Volume Ekuilibrium Indikatif
25943,53 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ITMG
Lihat detail
RGAS
Lihat detail

Tentang Indo Tambangraya Megah Tbk

PT Indo Tambangraya Megah (the company) was established under its original name of PT Indotambangraya Megah base on notarial deed No.13 of Mr Benny Kristianto, SH, dated on Sep 2, 1987. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 33 dated 27 Jul 07 and No. 14 dated 22 Oct 07 of Fathiah Helmi concerning among others, the change in the Capital Structure, par value and public offering.

Selengkapnya di halaman ITMG

Tentang Kian Santang Muliatama Tbk.

PT Kian Santang Muliatama Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed of Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., No. 634, dated November 28, 2018. The Entity started its commercial operations on 2019. The controlling party for the Company is Edy Nurhamid Amin.

Selengkapnya di halaman RGAS