Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC) vs Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (MAHA)

Indonesian Tobacco Tbk.Trading
Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indonesian Tobacco Tbk. dan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.: Indonesian Tobacco Tbk. diperdagangkan di Rp226 (kapitalisasi pasar 212,6 M, volume 24 jam 270,8 rb), sedangkan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. diperdagangkan di Rp146 (kapitalisasi pasar 2,47 T, volume 24 jam 774,8 rb). Perbedaan utamanya: Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. jauh lebih besar — sekitar 11,6× kapitalisasi pasar Indonesian Tobacco Tbk., dan Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. lebih aktif diperdagangkan (774,8 rb vs 270,8 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ITICMAHA
Kapitalisasi Pasar
212,6 M2,47 T
Volume
270,8 rb774,8 rb
Lot
2,71 rb7,75 rb
Perputaran
61,17 jt113,5 jt
Harga Rata-rata
225,88146,49
Nilai Transaksi
61,17 jt113,5 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
224148
Volume Ekuilibrium Indikatif
3911,6 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ITIC
Lihat detail
MAHA
Lihat detail

Tentang Indonesian Tobacco Tbk.

PT Indonesian Tobacco Tbk (the Company) was established in Notarial Deed No. 25 dated May 16, 1955 of Public Notary H. Chusen Bisri, S.H. under the name of N.V. Indonesian Tobacco & Industrial Company approved by the Minister of Justice of the deed of Establishment Republic of Indonesia in Decision Letter No. J.A.5/61/3 dated June 16, 1955 and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 478 dated June 22, 1956, Supplement No. 50.

Selengkapnya di halaman ITIC

Tentang Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.

PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk. (the Company) is a limited liability company established in the Republic of Indonesia based on Notarial Deed of Julia Rochana Murat, S.H., No. 18 dated January 25, 1994. The Company started commercial activities in 1994.

Selengkapnya di halaman MAHA