Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) vs Kentanix Supra International Tbk. (KSIX)

Jasa Armada Indonesia Tbk.Trading
Kentanix Supra International Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Jasa Armada Indonesia Tbk. dan Kentanix Supra International Tbk.: Jasa Armada Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp292 (kapitalisasi pasar 1,54 T, volume 24 jam 801,9 rb), sedangkan Kentanix Supra International Tbk. diperdagangkan di Rp406 (kapitalisasi pasar 867,96 M, volume 24 jam 81,6 rb). Perbedaan utamanya: Jasa Armada Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Jasa Armada Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (801,9 rb vs 81,6 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IPCMKSIX
Kapitalisasi Pasar
1,54 T867,96 M
Volume
801,9 rb81,6 rb
Lot
8,02 rb816
Perputaran
233,61 jt33,19 jt
Harga Rata-rata
291,32406,78
Nilai Transaksi
233,61 jt33,19 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
292
Volume Ekuilibrium Indikatif
34

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IPCM
Lihat detail
KSIX
Lihat detail

Tentang Jasa Armada Indonesia Tbk.

PT Jasa Armada Indonesia (“the Company") was established based on Notarial Deed No. 24 dated July 10, 2013 of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., notary in Jakarta. The Company’s parent is PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) and the Company’s ultimate parent is the Government of the Republic of Indonesia.

Selengkapnya di halaman IPCM

Tentang Kentanix Supra International Tbk.

PT Kentanix Supra International Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 41 dated October 27, 1980 of Samsul Hadi, S.H., as amended by Deed No. 25 dated April 8, 1981 and Deed No. 10 dated October 9, 1981 of the same Notary. The Company commenced its commercial operations in 1985. PT Badra Arta, a company incorporated in Indonesia, is the parent entity of the Company.

Selengkapnya di halaman KSIX