Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) vs Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO)

Indonesia Kendaraan Terminal TbkTrading
Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Indonesia Kendaraan Terminal Tbk dan Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk diperdagangkan di Rp1.125 (kapitalisasi pasar 2,05 T, volume 24 jam 770 rb), sedangkan Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. diperdagangkan di Rp350 (kapitalisasi pasar 561,31 M, volume 24 jam 8,59 jt). Perbedaan utamanya: Indonesia Kendaraan Terminal Tbk jauh lebih besar — sekitar 3,7× kapitalisasi pasar Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk., dan Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. lebih aktif diperdagangkan (8,59 jt vs 770 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IPCCRMKO
Kapitalisasi Pasar
2,05 T561,31 M
Volume
770 rb8,59 jt
Lot
7,7 rb85,93 rb
Perputaran
864,05 jt2,98 M
Harga Rata-rata
1.122,14347,35
Nilai Transaksi
864,05 jt2,98 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.125350
Volume Ekuilibrium Indikatif
201,41 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IPCC
Lihat detail
RMKO
Lihat detail

Tentang Indonesia Kendaraan Terminal Tbk

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (“the Company”) was established based on November 05, 2012 by deed No. 10 of Yulianti Irawati SH., substitute of Nur Muhammad Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Notary in Jakarta. Prior to becoming a separate business entity, PT Indonesia Vehicle Terminal was only a strategic business unit called Tanjung Priok Car Terminal (TPT) under its Head Office and operated since June 2007.

Selengkapnya di halaman IPCC

Tentang Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.

PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk was established based on Notarial Deed No. 2 datedDecember 18, 2017 of Muhammad Firmansyah, S.H., M.Kn., a public notary in Tangerang. The Company started its commercial operations in 2018.

Selengkapnya di halaman RMKO