Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) vs Indonesian Tobacco Tbk. (ITIC)

Sumber Sinergi Makmur Tbk.Trading
Indonesian Tobacco Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Sumber Sinergi Makmur Tbk. dan Indonesian Tobacco Tbk.: Sumber Sinergi Makmur Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 338,58 M, volume 24 jam 17,89 jt), sedangkan Indonesian Tobacco Tbk. diperdagangkan di Rp224 (kapitalisasi pasar 210,72 M, volume 24 jam 104,7 rb). Perbedaan utamanya: Sumber Sinergi Makmur Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Sumber Sinergi Makmur Tbk. lebih aktif diperdagangkan (17,89 jt vs 104,7 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IOTFITIC
Kapitalisasi Pasar
338,58 M210,72 M
Volume
17,89 jt104,7 rb
Lot
178,94 rb1,05 rb
Perputaran
1,13 M23,59 jt
Harga Rata-rata
62,89225,34
Nilai Transaksi
1,13 M23,59 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
62224
Volume Ekuilibrium Indikatif
15,21 rb201

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IOTF
Lihat detail
ITIC
Lihat detail

Tentang Sumber Sinergi Makmur Tbk.

PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (the Company) was established based on Deed Number 88 dated May 19, 2015 of H. Zainuddin, S.H., a notary domiciled in Jakarta. The company started its commercial activities in 2015. The controlling party of the Company and the party who is the ultimate beneficial owner of the Company is Alamsyah.

Selengkapnya di halaman IOTF

Tentang Indonesian Tobacco Tbk.

PT Indonesian Tobacco Tbk (the Company) was established in Notarial Deed No. 25 dated May 16, 1955 of Public Notary H. Chusen Bisri, S.H. under the name of N.V. Indonesian Tobacco & Industrial Company approved by the Minister of Justice of the deed of Establishment Republic of Indonesia in Decision Letter No. J.A.5/61/3 dated June 16, 1955 and was published in State Gazette of the Republic of Indonesia No. 478 dated June 22, 1956, Supplement No. 50.

Selengkapnya di halaman ITIC