Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Vale Indonesia Tbk. (INCO) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Vale Indonesia Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Vale Indonesia Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Vale Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp5.000 (kapitalisasi pasar 55,6 T, volume 24 jam 11 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 21,12 jt). Perbedaan utamanya: Vale Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 56,8× kapitalisasi pasar Wilton Makmur Indonesia Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (21,12 jt vs 11 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

INCOSQMI
Kapitalisasi Pasar
55,6 T978,87 M
Volume
11 jt21,12 jt
Lot
110,01 rb211,22 rb
Perputaran
55,81 M1,32 M
Harga Rata-rata
5.072,9762,72
Nilai Transaksi
55,81 M1,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
5.00062
Volume Ekuilibrium Indikatif
6,28 rb1,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

INCO
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Vale Indonesia Tbk.

PT Vale Indonesia Tbk, formely PT International Nickel Indonesia, was established on July 25, 1968. PT. INCO produces nickel in matte, an intermediate product, from lateritic ores at its integrated mining and processing facilities near Soroako on the island of Sulawesi. The company is owned 58.7 % by Inco Limited of Canada, 20.1 % by Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. of Japan.The Company is PMA

Selengkapnya di halaman INCO

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI