Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Intan Baru Prana Tbk. (IBFN) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Intan Baru Prana Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Intan Baru Prana Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Intan Baru Prana Tbk. diperdagangkan di Rp63 (kapitalisasi pasar 103,18 M, volume 24 jam 799,4 rb), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp99 (kapitalisasi pasar 1,55 T, volume 24 jam 181,17 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 15× kapitalisasi pasar Intan Baru Prana Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (181,17 jt vs 799,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IBFNSQMI
Kapitalisasi Pasar
103,18 M1,55 T
Volume
799,4 rb181,17 jt
Lot
7,99 rb1,81 jt
Perputaran
17,89 M
Harga Rata-rata
98,73
Nilai Transaksi
17,89 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
99
Volume Ekuilibrium Indikatif
37,95 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IBFN
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Intan Baru Prana Tbk.

PT Intan Baruprana Finance Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 19 dated September 4, 1991 and amended by Notarial Deed No. 121 dated June 16, 1993 of Esther Daniar Iskandar, S.H., notary in Jakarta. The Company started its commercial operations in 1997. The Company is part of the Intraco Penta group of companies.

Selengkapnya di halaman IBFN

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI