Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Intan Baru Prana Tbk. (IBFN) vs Pioneerindo Gourmet International Tbk. (PTSP)

Intan Baru Prana Tbk.Trading
Pioneerindo Gourmet International Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Intan Baru Prana Tbk. dan Pioneerindo Gourmet International Tbk.: Intan Baru Prana Tbk. diperdagangkan di Rp63 (kapitalisasi pasar 103,18 M, volume 24 jam 799,4 rb), sedangkan Pioneerindo Gourmet International Tbk. diperdagangkan di Rp1.260 (kapitalisasi pasar 273,8 M, volume 24 jam 63,3 rb). Perbedaan utamanya: Pioneerindo Gourmet International Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Intan Baru Prana Tbk., dan Intan Baru Prana Tbk. lebih aktif diperdagangkan (799,4 rb vs 63,3 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

IBFNPTSP
Kapitalisasi Pasar
103,18 M273,8 M
Volume
799,4 rb63,3 rb
Lot
7,99 rb633
Perputaran
78,15 jt
Harga Rata-rata
1.234,53
Nilai Transaksi
78,15 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
1.240
Volume Ekuilibrium Indikatif
1

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

IBFN
Lihat detail
PTSP
Lihat detail

Tentang Intan Baru Prana Tbk.

PT Intan Baruprana Finance Tbk (the Company) was established based on Notarial Deed No. 19 dated September 4, 1991 and amended by Notarial Deed No. 121 dated June 16, 1993 of Esther Daniar Iskandar, S.H., notary in Jakarta. The Company started its commercial operations in 1997. The Company is part of the Intraco Penta group of companies.

Selengkapnya di halaman IBFN

Tentang Pioneerindo Gourmet International Tbk.

PT Pioneerindo Gourmet International Tbk formerly Putra Sejahtera Pioneerindo is the owner and franchisor of fried chicken restaurant, California Fried Chicken. The Company also serves snacks food under the Cal Donut brand name as well as Oriental Food, known as Sapo Oriental. PT Pioneerindo Gourmet International Tbk was established based on the Notarial Deed No. 84 of Arikanti Natakusumah, S.H., dated December 13, 1983.

Selengkapnya di halaman PTSP