Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Griptha Putra Persada Tbk. (GRPH) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Griptha Putra Persada Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Griptha Putra Persada Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Griptha Putra Persada Tbk. diperdagangkan di Rp137 (kapitalisasi pasar 132 M, volume 24 jam 126,63 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp99 (kapitalisasi pasar 1,55 T, volume 24 jam 181,17 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 11,7× kapitalisasi pasar Griptha Putra Persada Tbk., dan Wilton Makmur Indonesia Tbk. lebih aktif diperdagangkan (181,17 jt vs 126,63 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GRPHSQMI
Kapitalisasi Pasar
132 M1,55 T
Volume
126,63 jt181,17 jt
Lot
1,27 jt1,81 jt
Perputaran
17,89 M
Harga Rata-rata
98,73
Nilai Transaksi
17,89 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
99
Volume Ekuilibrium Indikatif
37,95 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GRPH
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Griptha Putra Persada Tbk.

PT Griptha Putra Persada Tbk (the Company), was established based on Notarial Deed No. 26 dated April 14, 2010 of Drs. Ika Slamet Riyono, S.H., notary in Kudus. The Company started its commercial operation in July 1, 2015. The Company’s immediate parent company is PT Mulia Jaya Palma and the ultimate controlling shareholder of the Company is Samuel Jeffrey Christiawan Soegeng.

Selengkapnya di halaman GRPH

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI