Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Perdana Gapuraprima Tbk. (GPRA) vs Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI)

Perdana Gapuraprima Tbk.Trading
Wilton Makmur Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Perdana Gapuraprima Tbk. dan Wilton Makmur Indonesia Tbk.: Perdana Gapuraprima Tbk. diperdagangkan di Rp109 (kapitalisasi pasar 457,6 M, volume 24 jam 150,31 jt), sedangkan Wilton Makmur Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp62 (kapitalisasi pasar 978,87 M, volume 24 jam 21,12 jt). Perbedaan utamanya: Wilton Makmur Indonesia Tbk. jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Perdana Gapuraprima Tbk., dan Perdana Gapuraprima Tbk. lebih aktif diperdagangkan (150,31 jt vs 21,12 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GPRASQMI
Kapitalisasi Pasar
457,6 M978,87 M
Volume
150,31 jt21,12 jt
Lot
1,5 jt211,22 rb
Perputaran
16,11 M1,32 M
Harga Rata-rata
107,1562,72
Nilai Transaksi
16,11 M1,32 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
10962
Volume Ekuilibrium Indikatif
106,33 rb1,12 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GPRA
Lihat detail
SQMI
Lihat detail

Tentang Perdana Gapuraprima Tbk.

PT Perdana Gapuraprima Tbk was established at Jakarta under the name of PT Perdana Gapura Mas on May 21, 1987. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 109 of Mrs. Leolin J, S.H., dated Jun 29, 2007, concerning among others, the change in the Company’s name, paid up capital and public offering of stock.

Selengkapnya di halaman GPRA

Tentang Wilton Makmur Indonesia Tbk.

PT Renuka Coalindo Tbk (The Company) was initially established under the name PT Sanex Qianjiang Motor International. Sanex Qianjiang Motor International Tbk (the company) was established on 21 March 2000 based on Notaries Deed dated No. 180 and the deed of establishment was approved by the the Ministry of Justice dated July 24, 2000. The Company started the business activities with import Completely Built Up motorcycle from Chinese. The company considered public response and the potential market for motorcycle product in Indonesia then improved activity to establish motorcycle fabrication and distribution.

Selengkapnya di halaman SQMI