Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Gema Grahasarana Tbk. (GEMA) vs Organon Pharma Indonesia Tbk. (SCPI)

Gema Grahasarana Tbk.Trading
Organon Pharma Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Gema Grahasarana Tbk. dan Organon Pharma Indonesia Tbk.: Gema Grahasarana Tbk. diperdagangkan di Rp93 (kapitalisasi pasar 148,8 M, volume 24 jam 3,37 jt), sedangkan Organon Pharma Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp29.000 (kapitalisasi pasar 104,4 M). Perbedaan utamanya: Gema Grahasarana Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GEMASCPI
Kapitalisasi Pasar
148,8 M104,4 M
Volume
3,37 jt
Lot
33,71 rb
Perputaran
308,17 jt
Harga Rata-rata
91,43
Nilai Transaksi
308,17 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
93
Volume Ekuilibrium Indikatif
2

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GEMA
Lihat detail
SCPI
Lihat detail

Tentang Gema Grahasarana Tbk.

PT Gema Grahasarana Tbk formerly PT Gema Gerhana Sarana (The Company) was established on December 7th 1984 in Jakarta. The corporate is a member of Vinoti business. The core business is in manufacture, trade and services of interior & furniture. Corporate have 2 subsidiaries: 1. LKS which conduct in industry, trade & service of panel component of furniture & interior. 2. PGM which conduct in industry, trade & construction service of mechanical, electrical for industrial, commercial & industrial.

Selengkapnya di halaman GEMA

Tentang Organon Pharma Indonesia Tbk.

PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk was established within the frame work of the Foreign Capital Investment Law No. 1 year 1967 as amended by Law No. 11 year 1970 based on Notarial Deed No. 17 dated 7 March 1972 of Djojo Muljadi, S.H. The company originally incorporated as PT. Essex Indonesia, as a joint venture between Schering Corporation, a worldwide, research-based pharmaceutical enterprise headquartered in the United States, and an Indonesian businessman.

Selengkapnya di halaman SCPI