Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (GDST) vs Phapros Tbk. (PEHA)

Gunawan Dianjaya Steel Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Gunawan Dianjaya Steel Tbk. dan Phapros Tbk.: Gunawan Dianjaya Steel Tbk. diperdagangkan di Rp117 (kapitalisasi pasar 1,09 T, volume 24 jam 5,05 jt), sedangkan Phapros Tbk. diperdagangkan di Rp264 (kapitalisasi pasar 221,76 M, volume 24 jam 131,5 rb). Perbedaan utamanya: Gunawan Dianjaya Steel Tbk. jauh lebih besar — sekitar 4,9× kapitalisasi pasar Phapros Tbk., dan Gunawan Dianjaya Steel Tbk. lebih aktif diperdagangkan (5,05 jt vs 131,5 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GDSTPEHA
Kapitalisasi Pasar
1,09 T221,76 M
Volume
5,05 jt131,5 rb
Lot
50,51 rb1,32 rb
Perputaran
592,53 jt35,27 jt
Harga Rata-rata
117,32268,19
Nilai Transaksi
592,53 jt35,27 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
117264
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,26 rb20

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GDST
Lihat detail
PEHA
Lihat detail

Tentang Gunawan Dianjaya Steel Tbk.

PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (the Company) was established within the Frameworkof Domestic Investment Law No. 6 year 1968 amended by the Law No. 12 year 1970 based on Notarial Deed No. 6 Jamilah Nahdi, S.H., dated April 8, 1989.

Selengkapnya di halaman GDST

Tentang Phapros Tbk.

PT Phapros Tbk was established under the name of N.V. Pharmaceutical Processing Industries, in short N.V. Phapros, based on Notarial Deed No 54 of Tan A Sioe dated 21 June 1954, which later became PT Pharmaceutical Processing Industries, in short PT Phapros based on Notarial Deed No.43 of E. Pondaag, replacing R.M. Soerojo, dated 5 September 1995, which finally became PT Phapros based on Notarial Deed No. 48 of Prof. Dr. Liliana Tedjosaputro, S.H., M.H., MM., dated 12 April 2006. The Company’s immediate and ultimate parent entity is PT Rajawali Nusantara Indonesia, incorporatedand domiciled in Indonesia.

Selengkapnya di halaman PEHA