Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (GDST) vs Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST)

Gunawan Dianjaya Steel Tbk.Trading
Inti Bangun Sejahtera Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Gunawan Dianjaya Steel Tbk. dan Inti Bangun Sejahtera Tbk.: Gunawan Dianjaya Steel Tbk. diperdagangkan di Rp112 (kapitalisasi pasar 1,06 T, volume 24 jam 7,58 jt), sedangkan Inti Bangun Sejahtera Tbk. diperdagangkan di Rp8.475 (kapitalisasi pasar 11,45 T). Perbedaan utamanya: Inti Bangun Sejahtera Tbk. jauh lebih besar — sekitar 10,8× kapitalisasi pasar Gunawan Dianjaya Steel Tbk.. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

GDSTIBST
Kapitalisasi Pasar
1,06 T11,45 T
Volume
7,58 jt
Lot
75,82 rb
Perputaran
855,86 jt
Harga Rata-rata
112,89
Nilai Transaksi
855,86 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
112
Volume Ekuilibrium Indikatif
5,2 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

GDST
Lihat detail
IBST
Lihat detail

Tentang Gunawan Dianjaya Steel Tbk.

PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (the Company) was established within the Frameworkof Domestic Investment Law No. 6 year 1968 amended by the Law No. 12 year 1970 based on Notarial Deed No. 6 Jamilah Nahdi, S.H., dated April 8, 1989.

Selengkapnya di halaman GDST

Tentang Inti Bangun Sejahtera Tbk.

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk formerly PT Inti Build Prosperous Tbk was established based on Notarial Deed No. 7 dated 28 April 2006 of Yulia, S.H., a notary in Jakarta.At first PT Inti Build Prosperous, Tbk provide signal amplification in buildings (in building system solution). Since the year 2009, PT Inti Build Prosperity has been providing telecommunication infrastructure such as telecommunications tower (tower providers) to meet the needs of mobile telecom operators in Indonesia. And at this time (July 2012) PT Inti Build Prosperity has 1.989 telecommunications tower.Currently, PT Inti Build Prosperous, Tbk provides services for several telecom operators, such as Smart Telecom, Indosat, Telkomsel, XL Axiata, Telkom Flexi, NTS, HCPT, Bakrie Telecom, through leasing tower spread throughout Indonesia.

Selengkapnya di halaman IBST