Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Wijaya Cahaya Timber Tbk. (FWCT) vs Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI)

Wijaya Cahaya Timber Tbk.Trading
Resource Alam Indonesia TbkTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Wijaya Cahaya Timber Tbk. dan Resource Alam Indonesia Tbk: Wijaya Cahaya Timber Tbk. diperdagangkan di Rp91 (kapitalisasi pasar 180,6 M, volume 24 jam 2,06 jt), sedangkan Resource Alam Indonesia Tbk diperdagangkan di Rp274 (kapitalisasi pasar 1,37 T, volume 24 jam 707,4 rb). Perbedaan utamanya: Resource Alam Indonesia Tbk jauh lebih besar — sekitar 7,6× kapitalisasi pasar Wijaya Cahaya Timber Tbk., dan Wijaya Cahaya Timber Tbk. lebih aktif diperdagangkan (2,06 jt vs 707,4 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

FWCTKKGI
Kapitalisasi Pasar
180,6 M1,37 T
Volume
2,06 jt707,4 rb
Lot
20,55 rb7,07 rb
Perputaran
187,47 jt193,47 jt
Harga Rata-rata
91,21273,5
Nilai Transaksi
187,47 jt193,47 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
91274
Volume Ekuilibrium Indikatif
3,09 rb480

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

FWCT
Lihat detail
KKGI
Lihat detail

Tentang Wijaya Cahaya Timber Tbk.

PT Wijaya Cahaya Timber Tbk. (“the Company”) was established on March 8, 2017, based on Notarial Deed No.6 dated of Notary Rosdiana, S.H., Notary in Bekasi. PT Fortuna Anugrah Sumber Terpadu, the Company's major shareholder and the ultimate parent entity. The Company started its commercial production in March 2018.

Selengkapnya di halaman FWCT

Tentang Resource Alam Indonesia Tbk

PT Resource Alam Indonesia Tbk (the Company) was originally established under the name PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries (which was subsequently changed to PT Kurnia Kapuas Utama Tbk). PT Kurnia Kapuas Glue industries founded in 1981 in Pontianak, West Kalimantan and produces formalin and resin. The company supplies glue for plywood factories within the Bumi Raya Utama Group (BRU Group). The company is domestic investment.

Selengkapnya di halaman KKGI