Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Wijaya Cahaya Timber Tbk. (FWCT) vs Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. (KIAS)

Wijaya Cahaya Timber Tbk.Trading
Keramika Indonesia Assosiasi Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Wijaya Cahaya Timber Tbk. dan Keramika Indonesia Assosiasi Tbk.: Wijaya Cahaya Timber Tbk. diperdagangkan di Rp92 (kapitalisasi pasar 180,6 M, volume 24 jam 4,54 jt), sedangkan Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. diperdagangkan di Rp21 (kapitalisasi pasar 313,51 M). Perbedaan utamanya: Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

FWCTKIAS
Kapitalisasi Pasar
180,6 M313,51 M
Volume
4,54 jt
Lot
45,37 rb
Perputaran
409,51 jt
Harga Rata-rata
90,26
Nilai Transaksi
409,51 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
92
Volume Ekuilibrium Indikatif
2,76 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

FWCT
Lihat detail
KIAS
Lihat detail

Tentang Wijaya Cahaya Timber Tbk.

PT Wijaya Cahaya Timber Tbk. (“the Company”) was established on March 8, 2017, based on Notarial Deed No.6 dated of Notary Rosdiana, S.H., Notary in Bekasi. PT Fortuna Anugrah Sumber Terpadu, the Company's major shareholder and the ultimate parent entity. The Company started its commercial production in March 2018.

Selengkapnya di halaman FWCT

Tentang Keramika Indonesia Assosiasi Tbk.

KIA Group is one of the most diversified ceramic manufacturers in Indonesia, manufacturing Floor tiles (KSM), wall ties (KIA) and roof tiles (KKM). From their modest origins, a small ceramic tableware producer in the 1950s, KIA Group has to grown up to become Indonesias leading ceramic building material manufacturer. KIA Group received official recognition of its quality management system standard from SGS certification ISO 9002 no. Q4724 in 1995. In addition, KIA Group is in compliance with the World Bank Environmental and Social Policy Standard.

Selengkapnya di halaman KIAS