Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Fox Corp Class A (FOXA) vs YieldMax MSTR Option Income Strategy ETF (MSTY)

Fox Corp Class ATrading
YieldMax MSTR Option Income Strategy ETFTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Fox Corp Class A dan YieldMax MSTR Option Income Strategy ETF: Fox Corp Class A diperdagangkan di $62,43 (kapitalisasi pasar $25,36B), sedangkan YieldMax MSTR Option Income Strategy ETF diperdagangkan di $15,76 (kapitalisasi pasar $1,06B). Perbedaan utamanya: Fox Corp Class A jauh lebih besar — sekitar 23,9× kapitalisasi pasar YieldMax MSTR Option Income Strategy ETF, dan Fox Corp Class A membagikan dividen 0,91%, sedangkan YieldMax MSTR Option Income Strategy ETF tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Fox Corp Class A selama 34 Hari dan YieldMax MSTR Option Income Strategy ETF selama 30 Hari.

FOXAMSTY
Kapitalisasi Pasar
$25,36B$1,06B
Volume
2.566.9542.402.888
Sektor
MediaIncome / Options Overlay
Tertinggi 52 Minggu
$76,11$67,85
Terendah 52 Minggu
$48,79$11,55
Rata-rata Waktu Simpan
34 Hari30 Hari
Nilai Perusahaan
$28,72B—
Imbal Hasil Dividen
0,91%—

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

Fox Corp Class A

FOXA diperdagangkan di $62,41 dengan penurunan harian -0,46%. Saham menunjukkan momentum teknis bullish dengan support kunci di $62 dan resistance di $64. Fundamental kuat dengan revenue tumbuh dari $14,0B (2024) ke $16,3B (2025) dan margin laba bersih 13,88%. FOXA secara konsisten mengungguli estimasi EPS kuartalan, dengan beat terbaru Q2 2026 (aktual $1,79 vs ekspektasi $1,44). Akuisisi Roku senilai $22B tetap menjadi katalis utama meski menghadapi pengawasan DOJ.

Outlook positif dengan konsensus analis 'Buy' 54,17% dan target harga $72 (potensi kenaikan 15%). Risiko utama termasuk penyelesaian akuisisi Roku dan tekanan regulasi. Fundamental yang solid dengan valuasi wajar (P/E 16,55) mendukung prospek jangka panjang, meski proyeksi laba 2026 yang lebih rendah ($1,7B vs $2,3B) perlu diwaspadai.

YieldMax MSTR Option Income Strategy ETF

MSTY diperdagangkan di $15.66, turun 1.07% hari ini dengan sinyal teknis bearish. ETF ini fokus pada strategi pendapatan opsi MSTR, menawarkan distribusi mingguan tinggi namun mengalami penurunan nilai aset bersih yang signifikan. Laporan keuangan dan rasio valuasi tidak tersedia, menandakan kurangnya transparansi fundamental.

Outlook untuk MSTY tetap berisiko tinggi karena strategi pendapatan opsi yang mengorbankan apresiasi modal. Distribusi tinggi menarik bagi pencari yield, tetapi penurunan NAV yang konsisten mengancam nilai pokok. Investor perlu mempertimbangkan trade-off antara pendapatan saat ini dan pelestarian modal.

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

FOXA

Belum ada data sentimen.

MSTY
59% Beli41% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 30 Hari

Tentang Fox Corp Class A

Fox beroperasi di jaringan kabel dan televisi. Segmen kabel mencakup Fox News, Fox Business, dan saluran olahraga, sementara segmen TV mencakup jaringan Fox, 29 stasiun lokal (18 berafiliasi dengan Fox), serta layanan streaming gratis Tubi. Setelah menjual sebagian besar aset hiburannya ke Disney pada 2019, Fox kini berfokus pada berita dan olahraga langsung, terutama dalam paket TV berbayar. Keluarga Murdoch mengendalikan perusahaan ini.

Selengkapnya di halaman FOXA →

Tentang YieldMax MSTR Option Income Strategy ETF

MSTY adalah ETF yang dikelola secara aktif yang menjalankan strategi synthetic covered call pada saham MicroStrategy Incorporated (MSTR). ETF ini utamanya menjual opsi beli (call options) pada MSTR dan berinvestasi pada sekuritas Treasury AS serta kolateral berkualitas tinggi lainnya. Tujuannya adalah menghasilkan pendapatan bulanan dari premium opsi. Strategi ini menawarkan eksposur terhadap potensi pertumbuhan MSTR yang volatil dan berkorelasi dengan Bitcoin sambil berupaya memberikan imbal hasil yang tinggi, meskipun membatasi potensi apresiasi modal dari saham tersebut.

Selengkapnya di halaman MSTY →