Perbedaan Ethereum Classic dan Tether USDT: Ethereum Classic diperdagangkan di Rp111.055 (kapitalisasi pasar Rp17,54T, volume 24 jam Rp389,65M), sedangkan Tether USDT diperdagangkan di Rp17.837 (kapitalisasi pasar Rp3.269,23T, volume 24 jam Rp706,62T). Perbedaan utamanya: Tether USDT jauh lebih besar — sekitar 186,4× kapitalisasi pasar Ethereum Classic, dan suplai Ethereum Classic dibatasi (157,8M / 210,7M ETC (75%)), sedangkan Tether USDT terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Ethereum Classic selama 66 Hari dan Tether USDT selama 84 Hari.
| ETC | USDT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp17,54T | Rp3.269,23T |
Volume (24h) | Rp389,65M | Rp706,62T |
Suplai yang Beredar | 157,8M / 210,7M ETC (75%) | 183,2B USDT |
Typical Hold Time | 66 Hari | 84 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Ethereum Classic (ETC) adalah bagian dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Fungsi utamanya adalah sebagai jaringan kontrak pintar, dengan kemampuan untuk meng-host dan mendukung aplikasi terdesentralisasi (DApps).
Selengkapnya di halaman ETC →USDT adalah stablecoin yang mencerminkan harga dolar AS yang diluncurkan oleh Tether. USDT dibangun pada blockchain Bitcoin dan kemudian diperbarui untuk bisa bekerja pada blockchain Ethereum, EOS, Tron, Algorand, dan OMG. Nilai USDT dijamin oleh Tether untuk tetap diukur dengan dolar AS.
Selengkapnya di halaman USDT →