Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eratex Djaja Tbk. (ERTX) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Eratex Djaja Tbk.Trading
Summarecon Agung Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eratex Djaja Tbk. dan Summarecon Agung Tbk.: Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp181 (kapitalisasi pasar 239,3 M, volume 24 jam 594,1 rb), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp332 (kapitalisasi pasar 5,48 T, volume 24 jam 21 jt). Perbedaan utamanya: Summarecon Agung Tbk. jauh lebih besar — sekitar 22,9× kapitalisasi pasar Eratex Djaja Tbk., dan Summarecon Agung Tbk. lebih aktif diperdagangkan (21 jt vs 594,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERTXSMRA
Kapitalisasi Pasar
239,3 M5,48 T
Volume
594,1 rb21 jt
Lot
5,94 rb209,99 rb
Perputaran
108,21 jt6,97 M
Harga Rata-rata
182,14332,14
Nilai Transaksi
108,21 jt6,97 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
181332
Volume Ekuilibrium Indikatif
86419,86 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERTX
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA