Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eratex Djaja Tbk. (ERTX) vs Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT)

Eratex Djaja Tbk.Trading
Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eratex Djaja Tbk. dan Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.: Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp181 (kapitalisasi pasar 239,3 M, volume 24 jam 594,1 rb), sedangkan Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. diperdagangkan di Rp950 (kapitalisasi pasar 2,57 T, volume 24 jam 42 rb). Perbedaan utamanya: Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. jauh lebih besar — sekitar 10,7× kapitalisasi pasar Eratex Djaja Tbk., dan Eratex Djaja Tbk. lebih aktif diperdagangkan (594,1 rb vs 42 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERTXPORT
Kapitalisasi Pasar
239,3 M2,57 T
Volume
594,1 rb42 rb
Lot
5,94 rb420
Perputaran
108,21 jt39,75 jt
Harga Rata-rata
182,14946,45
Nilai Transaksi
108,21 jt39,75 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
181940
Volume Ekuilibrium Indikatif
8643

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERTX
Lihat detail
PORT
Lihat detail

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX

Tentang Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.

PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (formerly PT Kharisma Mutiara Agung) (the Company) was established dated December 29, 2003 in accordance with Notarial Deed No. 8 of Periasman Effendi, S.H. PT Episenta Utama Investasi is the Company's parent entity which is indirectly controlled by Garibaldi Thohir.

Selengkapnya di halaman PORT