Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eratex Djaja Tbk. (ERTX) vs Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI)

Eratex Djaja Tbk.Trading
Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eratex Djaja Tbk. dan Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk.: Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp181 (kapitalisasi pasar 239,3 M, volume 24 jam 594,1 rb), sedangkan Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. diperdagangkan di Rp920 (kapitalisasi pasar 476,37 M). Perbedaan utamanya: Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERTXMREI
Kapitalisasi Pasar
239,3 M476,37 M
Volume
594,1 rb
Lot
5,94 rb
Perputaran
108,21 jt
Harga Rata-rata
182,14
Nilai Transaksi
108,21 jt
Harga Ekuilibrium Indikatif
181
Volume Ekuilibrium Indikatif
864

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERTX
Lihat detail
MREI
Lihat detail

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX

Tentang Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk.

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (the Company) was established on 4th June 1953 based on Notarial Deed No. 15 of Anton Frederik Schut a substitute of Meester Karel Esuard Krijgsman, notary in Jakarta.In 1998 PT. Dharmala Sakti Sejahtera became one of Marein’s major shareholders, besides AJB Bumiputera 1912, and as the result the company was able to increase its paid up capital to Rp 3,002,500,000.

Selengkapnya di halaman MREI