Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Eratex Djaja Tbk. (ERTX) vs Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF)

Eratex Djaja Tbk.Trading
Sumber Sinergi Makmur Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Eratex Djaja Tbk. dan Sumber Sinergi Makmur Tbk.: Eratex Djaja Tbk. diperdagangkan di Rp189 (kapitalisasi pasar 243,16 M, volume 24 jam 699,1 rb), sedangkan Sumber Sinergi Makmur Tbk. diperdagangkan di Rp73 (kapitalisasi pasar 333,29 M, volume 24 jam 482,28 jt). Perbedaan utamanya: Sumber Sinergi Makmur Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Sumber Sinergi Makmur Tbk. lebih aktif diperdagangkan (482,28 jt vs 699,1 rb). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERTXIOTF
Kapitalisasi Pasar
243,16 M333,29 M
Volume
699,1 rb482,28 jt
Lot
6,99 rb4,82 jt
Perputaran
131,1 jt34,42 M
Harga Rata-rata
187,5371,38
Nilai Transaksi
131,1 jt34,42 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
18973
Volume Ekuilibrium Indikatif
59179,4 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERTX
Lihat detail
IOTF
Lihat detail

Tentang Eratex Djaja Tbk.

PT Eratex Djaja Tbk (the "Entity") was established in the framework of Foreign Capital Investment Law No.1, 1967 by Notarial Deed No.7 dated October 12, 1972 based on Deed prepared by Koerniatini Karim, Public Notary in Jakarta. Founded in 1972 as a joint venture company between PT Private Development Finance Company of Indonesia Ltd. and Limmen Investment Ltd., Unisouh Holding Ltd., Eastern Cotton Mills Ltd. Yarn spinning factory was built in 1973 on 17 ha of land in Probolinggo.

Selengkapnya di halaman ERTX

Tentang Sumber Sinergi Makmur Tbk.

PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (the Company) was established based on Deed Number 88 dated May 19, 2015 of H. Zainuddin, S.H., a notary domiciled in Jakarta. The company started its commercial activities in 2015. The controlling party of the Company and the party who is the ultimate beneficial owner of the Company is Alamsyah.

Selengkapnya di halaman IOTF