Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) vs Summarecon Agung Tbk. (SMRA)

Erajaya Swasembada Tbk.Trading
Summarecon Agung Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Erajaya Swasembada Tbk. dan Summarecon Agung Tbk.: Erajaya Swasembada Tbk. diperdagangkan di Rp595 (kapitalisasi pasar 9,41 T, volume 24 jam 91,64 jt), sedangkan Summarecon Agung Tbk. diperdagangkan di Rp332 (kapitalisasi pasar 5,48 T, volume 24 jam 21 jt). Perbedaan utamanya: Erajaya Swasembada Tbk. lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan Erajaya Swasembada Tbk. lebih aktif diperdagangkan (91,64 jt vs 21 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ERAASMRA
Kapitalisasi Pasar
9,41 T5,48 T
Volume
91,64 jt21 jt
Lot
916,38 rb209,99 rb
Perputaran
53,7 M6,97 M
Harga Rata-rata
585,95332,14
Nilai Transaksi
53,7 M6,97 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
595332
Volume Ekuilibrium Indikatif
32,64 rb19,86 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ERAA
Lihat detail
SMRA
Lihat detail

Tentang Erajaya Swasembada Tbk.

PT Erajaya Swasembada Tbk (the Company) was established in Jakarta based on Notarial Deed No.7 of Myra Yuwono, S.H., dated October 8, 1996. Erajaya Group is the official distributor for 10 international mobile communication brands and an authorised partner for major mobile operators. Recently, the Group has launched its own mobile handset under the name of Venera. In 1996, PT Erajaya Swasembada, or Erajaya, the establishment of what we know today as the Erajaya Group, was incorporated.

Selengkapnya di halaman ERAA

Tentang Summarecon Agung Tbk.

PT Summarecon Agung Tbk (the Company) was established within the framework of the Domestic Capital Investment Law based on notarial deed No. 308 dated November 26, 1975 of Ridwan Suselo, S.H. PT. Summarecon Agung Tbk is one of the nation`s leading township developers. Entering its twenty-forth year, the original 10-hectare landbank it started with has turned into a vibrant, 500 hectare township in North Jakarta where commercial vivacity peacefully coexists with its houses numbering in the tens of thousands.

Selengkapnya di halaman SMRA