Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Bakrieland Development Tbk. (ELTY) vs Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS)

Bakrieland Development Tbk.Trading
Kian Santang Muliatama Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Bakrieland Development Tbk. dan Kian Santang Muliatama Tbk.: Bakrieland Development Tbk. diperdagangkan di Rp35 (kapitalisasi pasar 1,52 T, volume 24 jam 58,45 jt), sedangkan Kian Santang Muliatama Tbk. diperdagangkan di Rp114 (kapitalisasi pasar 163,43 M, volume 24 jam 36,43 jt). Perbedaan utamanya: Bakrieland Development Tbk. jauh lebih besar — sekitar 9,3× kapitalisasi pasar Kian Santang Muliatama Tbk., dan Bakrieland Development Tbk. lebih aktif diperdagangkan (58,45 jt vs 36,43 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ELTYRGAS
Kapitalisasi Pasar
1,52 T163,43 M
Volume
58,45 jt36,43 jt
Lot
584,46 rb364,26 rb
Perputaran
2,03 M4 M
Harga Rata-rata
34,68109,89
Nilai Transaksi
2,03 M4 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
35114
Volume Ekuilibrium Indikatif
99,73 rb5,9 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ELTY
Lihat detail
RGAS
Lihat detail

Tentang Bakrieland Development Tbk.

PT Bakrieland Development Tbk. (“The Company”) was established with Notarial Deed No. 209 of John Leonard Waworuntu, S.H., dated June 12, 1990. The Company's articles of association have been amended several times, among others, the changes of the Company's name from PT Elang Realty (formerly PT. Purilestari Indah Pratama) Tbk. to PT Bakrieland Development Tbk. which have been notarized by Notarial Deed No. 29 of Harun Kamil, S.H., dated April 3, 1997.

Selengkapnya di halaman ELTY

Tentang Kian Santang Muliatama Tbk.

PT Kian Santang Muliatama Tbk (the Entity) was established based on the Notarial Deed of Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., No. 634, dated November 28, 2018. The Entity started its commercial operations on 2019. The controlling party for the Company is Edy Nurhamid Amin.

Selengkapnya di halaman RGAS