Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Elnusa Tbk. (ELSA) vs Wahana Pronatural Tbk. (WAPO)

Wahana Pronatural Tbk.Trading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Elnusa Tbk. dan Wahana Pronatural Tbk.: Elnusa Tbk. diperdagangkan di Rp690 (kapitalisasi pasar 5,15 T, volume 24 jam 7,29 jt), sedangkan Wahana Pronatural Tbk. diperdagangkan di Rp147 (kapitalisasi pasar 163,8 M, volume 24 jam 38,57 jt). Perbedaan utamanya: Elnusa Tbk. jauh lebih besar — sekitar 31,4× kapitalisasi pasar Wahana Pronatural Tbk., dan Wahana Pronatural Tbk. lebih aktif diperdagangkan (38,57 jt vs 7,29 jt). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu.

ELSAWAPO
Kapitalisasi Pasar
5,15 T163,8 M
Volume
7,29 jt38,57 jt
Lot
72,91 rb385,68 rb
Perputaran
5,04 M5,81 M
Harga Rata-rata
691,41150,64
Nilai Transaksi
5,04 M5,81 M
Harga Ekuilibrium Indikatif
705143
Volume Ekuilibrium Indikatif
141,4 rb3,05 rb

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

ELSA
Lihat detail
WAPO
Lihat detail

Tentang Elnusa Tbk.

PT Elnusa Tbk (Company) was established under the name of PT Elektronika Nusantara on January 25, 1969 based on notarial deed No.18 of Tan Thong Kie, S.H., dated January 25, 1969, as amended by notarial deed No. 10 of the same notary dated February 13, 1969. The Company’s articles of association has been amended several times, most recently by notarial deed No. 2 of Soegeng Santosa, S.H., dated Jan 7, 2002, concerning among others, the change in the Company’s name and public offering.

Selengkapnya di halaman ELSA

Tentang Wahana Pronatural Tbk.

PT Wahana Phonix Mandiri (the Company) Tbk was established on August 7, 1993 under the name PT Golden Phoenix. On January 31, 2000 the Company changed its named to be PT Wahana Phonix Mandiri, Tbk. Deed by making statements shareholders meeting extraordinary No.2 on June 2, 2012 by Wachid Hasyim, notary in Surabaya, the Company name was changed to PT Wahana Pronatural Tbk

Selengkapnya di halaman WAPO