Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) vs Jumia Technologies AG - ADR (JMIA)

iShares MSCI Indonesia ETFTrading
Jumia Technologies AG - ADRTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan iShares MSCI Indonesia ETF dan Jumia Technologies AG - ADR: iShares MSCI Indonesia ETF diperdagangkan di $11,89 (kapitalisasi pasar $409,22M), sedangkan Jumia Technologies AG - ADR diperdagangkan di $6,28 (kapitalisasi pasar $865,90M). Perbedaan utamanya: Jumia Technologies AG - ADR jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar iShares MSCI Indonesia ETF, dan iShares MSCI Indonesia ETF lebih aktif diperdagangkan (879.527 vs 1.695.227). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan iShares MSCI Indonesia ETF selama 76 Hari dan Jumia Technologies AG - ADR selama 28 Hari.

EIDOJMIA
Kapitalisasi Pasar
$409,22M$865,90M
Volume
879.5271.695.227
Tertinggi 52 Minggu
$19,22$14,60
Terendah 52 Minggu
$10,80$5,69
Rata-rata Waktu Simpan
76 Hari28 Hari
Sektor
—Consumer Cyclical
Nilai Perusahaan
—$831,54M

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

iShares MSCI Indonesia ETF

EIDO (iShares MSCI Indonesia ETF) diperdagangkan pada $11.67 dengan penurunan 1.6% dalam 24 jam terakhir. Sinyal teknis secara keseluruhan bearish dengan moving averages menunjukkan tekanan jual yang kuat. ETF ini menghadapi tantangan dari arus keluar modal asing dari pasar Asia dan ketergantungan tinggi pada sektor keuangan (44%) yang membatasi pertumbuhan. Volume perdagangan turun 21% dari rata-rata harian, menunjukkan berkurangnya minat investor.

Outlook EIDO tetap tertantang dengan momentum teknis bearish dan sentimen investor yang lemah terhadap pasar emerging markets. Potensi upside terbatas oleh pertumbuhan EPS jangka panjang yang rendah (5.9%) meskipun valuasi P/E 8.7x terlihat menarik. Risiko utama termasuk volatilitas pasar emerging, ketergantungan sektor keuangan, dan rotasi modal global dari Asia.

Jumia Technologies AG - ADR

JMIA diperdagangkan di $6.48, turun 3.86% hari ini, dengan sinyal teknis bearish. Perusahaan menunjukkan perbaikan fundamental dengan revenue tumbuh menjadi $189 juta pada 2025 dari $167 juta di 2024, dan kerugian neto menyempit menjadi -$62 juta. Analis memberikan konsensus beli 71% dengan target harga $12, didukung penguatan operasional dan suntikan modal $50 juta dari IFC yang menguatkan neraca.

Outlook positif didorong path menuju EBITDA break-even di Q4 2026, namun risiko tinggi dari margin negatif dan ekuitas terkikis (-$2.17B retained earnings). Investor perlu memantau eksekusi operasional dan pencapaian target profitabilitas di tengah volatilitas pasar emerging market.

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

EIDO
92% Beli8% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 76 Hari
JMIA

Belum ada data sentimen.

Tentang iShares MSCI Indonesia ETF

Reksa dana indeks ini umumnya akan menginvestasikan setidaknya 80% dari asetnya dalam sekuritas komponen dari indeks targetnya dan dalam investasi yang memiliki karakteristik ekonomi yang secara substansial identik dengan sekuritas komponen dari indeks targetnya. Indeks tersebut adalah indeks kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan pengambang float bebas yang dirancang untuk mengukur kinerja segmen kapitalisasi besar, menengah, dan kecil dari pasar ekuitas di Indonesia. Reksa dana ini tidak terdiversifikasi.

Selengkapnya di halaman EIDO →

Tentang Jumia Technologies AG - ADR

Jumia Technologies AG adalah platform e-commerce lintas Afrika. Platform perusahaan ini meliputi sebuah marketplace yang menghubungkan penjual dengan pembeli. Jasa logistik mereka memungkinkan pengiriman dan pengantaran paket dari penjual ke pembeli, serta layanan pembayaran yang menfasilitasi transaksi antar pengguna aktif platform tersebut di beberapa pasar. Jumia meraup pemasukan dari penjualan barang, komisi, pemenuhan barang, layanan tambahan, serta pemasaran dan iklan. Segmen geografis mereka ada di Afrika Barat, Afrika Utara, Afrika Timur dan Selatan, Eropa, dan Uni Emirat Arab, dengan pemasukan terbanyak berasal dari wilayah Afrika Barat.

Selengkapnya di halaman JMIA →