Perbedaan Devon Energy Corp dan iShares MSCI Indonesia ETF: Devon Energy Corp diperdagangkan di $48,98 (kapitalisasi pasar $53,81B), sedangkan iShares MSCI Indonesia ETF diperdagangkan di $11,84 (kapitalisasi pasar $409,22M). Perbedaan utamanya: iShares MSCI Indonesia ETF jauh lebih besar — sekitar 7604906151,3× kapitalisasi pasar Devon Energy Corp, dan Devon Energy Corp membagikan dividen 2,62%, sedangkan iShares MSCI Indonesia ETF tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Devon Energy Corp selama 136 Hari dan iShares MSCI Indonesia ETF selama 75 Hari.
| DVN | EIDO | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $53,81B | $409,22M |
Volume | 11.556.740 | 879.527 |
Sektor | Energy | — |
Tertinggi 52 Minggu | $52,07 | $19,22 |
Terendah 52 Minggu | $31,74 | $10,80 |
Rata-rata Waktu Simpan | 136 Hari | 75 Hari |
Nilai Perusahaan | $64,55B | — |
Imbal Hasil Dividen | 2,62% | — |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Saham DVN diperdagangkan di $47,88 dengan penurunan harian -0,29%. Secara teknis, sinyal bullish didukung moving average, namun indikator osilator netral. Fundamental menunjukkan valuasi menarik dengan P/E 10,63 dan ROE 11,55%, meski margin laba bersih turun dari 31,37% (2022) menjadi 15,37% (2025). Aktivis Toms Capital mendorong evaluasi strategis termasuk penjualan perusahaan (CNBC, 23 Sep 2026).
Outlook didukung konsensus analis 'Buy' 71,87% dengan target harga $62,40, memberikan potensi upside 30%. Risiko utama termasuk volatilitas harga minyak, penurunan profitabilitas, dan tekanan operasional dari aset non-inti. Net cash flow positif $588 juta (2025) memperkuat likuiditas, namun investasi modal tinggi berpotensi membebani arus kas.
EIDO diperdagangkan pada $11.82 dengan penurunan 0.34% dalam 24 jam terakhir. Sinyal teknis secara keseluruhan bearish dengan moving averages menunjukkan tekanan jual yang kuat, sementara osilator dalam zona netral. ETF ini menghadapi tantangan dari arus keluar modal asing dari pasar Asia dan ketergantungan tinggi pada sektor keuangan sebesar 44% yang membatasi potensi upside.
Outlook EIDO tetap hati-hati dengan valuasi menarik di P/E 8.7x namun pertumbuhan EPS jangka panjang terbatas pada 5.9%. Risiko utama termasuk volatilitas pasar emerging market dan rotasi modal dari Asia, sementara peluang terletak pada seasonality yang mendukung pada bulan Juli-Agustus menurut analis Seeking Alpha.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Devon Energy, berbasis di Oklahoma City, adalah salah satu perusahaan eksplorasi dan produksi independen terbesar di Amerika Utara. Basis aset perusahaan ini tersebar sepanjang pesisir Amerika Utara dan termasuk eksposur ke ladang minyak Delaware, STACK, Eagle Ford, Powder River Basin, dan Bakken. DI akhir tahun 2021, cadangan nyata dari Devon memiliki total setara 1,6miliar barel minyak, dan produksi nett tahun itu pada angka 572ribu boe/d, di mana minyak bumi dan gas alam cair menghimpun 74% dari totalnya, diikuti oleh gas alam.
Selengkapnya di halaman DVN →Reksa dana indeks ini umumnya akan menginvestasikan setidaknya 80% dari asetnya dalam sekuritas komponen dari indeks targetnya dan dalam investasi yang memiliki karakteristik ekonomi yang secara substansial identik dengan sekuritas komponen dari indeks targetnya. Indeks tersebut adalah indeks kapitalisasi pasar yang disesuaikan dengan pengambang float bebas yang dirancang untuk mengukur kinerja segmen kapitalisasi besar, menengah, dan kecil dari pasar ekuitas di Indonesia. Reksa dana ini tidak terdiversifikasi.
Selengkapnya di halaman EIDO →