Investasi
Fitur
BiayaKeamanan
Akademi
Lainnya
Pluang+

Bandingkan Harga & Kinerja Deckers Outdoor Corp (DECK) vs General Motors Company (GM)

Deckers Outdoor CorpTrading
General Motors CompanyTrading

Kinerja harga (24 Jam Terakhir)

Statistik utama

Perbedaan Deckers Outdoor Corp dan General Motors Company: Deckers Outdoor Corp diperdagangkan di $82,9 (kapitalisasi pasar $11,24B), sedangkan General Motors Company diperdagangkan di $82,74 (kapitalisasi pasar $72,17B). Perbedaan utamanya: General Motors Company jauh lebih besar — sekitar 6,4× kapitalisasi pasar Deckers Outdoor Corp, dan General Motors Company membagikan dividen 0,88%, sedangkan Deckers Outdoor Corp tidak. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Deckers Outdoor Corp selama 71 Hari dan General Motors Company selama 83 Hari.

DECKGM
Kapitalisasi Pasar
$11,24B$72,17B
Volume
3.010.9454.900.304
Sektor
Consumer CyclicalConsumer Cyclical
Tertinggi 52 Minggu
$120,94$90,30
Terendah 52 Minggu
$77,51$55,35
Rata-rata Waktu Simpan
71 Hari83 Hari
Nilai Perusahaan
$10,11B$175,15B
Imbal Hasil Dividen
—0,88%

Ringkasan Aura AI

Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial

Deckers Outdoor Corp

DECK menunjukkan performa bullish dengan kenaikan 3.12% ke $82.89, didukung momentum fundamental yang kuat. Perusahaan mencatat pertumbuhan revenue konsisten dari $3.2B (2022) menjadi $5.0B (2025) dengan margin laba bersih meningkat ke 19.37%. Teknikal menunjukkan sinyal bullish overall meski moving averages bearish, dengan support kunci di $79-81. Analis memberikan konsensus Buy 44.65% dengan target harga $117.13, mencerminkan potensi upside 41% dari harga saat ini.

Outlook positif didorong momentum merek HOKA dan UGG serta pertumbuhan saluran langsung konsumen. Risiko utama termasuk ketergantungan pada merek fashion musiman dan persaingan ketat di sektor alas kaki. Valuasi P/E 11.74 menarik dibandingkan pertumbuhan earnings, namun RSI jangka pendek menunjukkan kondisi overbought yang perlu diwaspadai.

General Motors Company

Saham General Motors (GM) diperdagangkan di $82.73, naik 2.15% dalam 24 jam. Secara teknis, sinyal keseluruhan bearish dengan harga mendekati support kunci di $81. Fundamental menunjukkan pendapatan 2025 $185.02B (sumber: laporan keuangan 2025) namun margin laba bersih tipis di 1.05%. Berita terkini melaporkan penjualan kuartal III turun 5.5% (Reuters, 2026-10-01), mencerminkan tekanan pasar otomotif.

Outlook: Konsensus analis buy 66.7% dengan target harga $102.08 (MarketBeat, 2026-10-02), mengindikasikan potensi apresiasi. Risiko utama meliputi persaingan ketat dengan Toyota, penurunan penjualan EV, dan margin profitabilitas yang rendah. Investor perlu memantau pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya untuk katalis positif.

Perbandingan imbal hasil

Imbal hasil berjalan pada periode standar

Sentimen investor di Pluang

Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir

DECK
100% Beli0% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 71 Hari
GM
23% Beli77% Jual
Rata-rata periode kepemilikan · 83 Hari

Berita terkini

Berita terbaru kedua aset

Tentang Deckers Outdoor Corp

Deckers Outdoor Corp merancang dan menjual alas kaki, pakaian, dan aksesori kasual dan profesional. Brand utama termasuk UGG, Teva, dan Sanuk. Perusahaan mendistribusikan sebagian besar produknya melalui bisnis grosirnya, tetapi juga memiliki penjualan langsung ke konsumen melalui toko ritel dan situs web perusahaan. Sebagian besar penjualan berada di Amerika Serikat, meskipun perusahaan juga memiliki toko ritel dan distributor di seluruh Eropa, Asia, Kanada, dan Amerika Latin. Deckers mendapatkan produknya dari produsen independen utama di Asia.

Selengkapnya di halaman DECK →

Tentang General Motors Company

General Motors Co. bangkit dari kebangkrutan General Motors Corp. (Old GM) di Juli 2009. GM memiliki delapan mereka dan beroperasi di bawah empat segmen: GM North America, GM International, Cruise, dan GM Financial. Meski jatuh dari pemuncak pangsa pasar AS di tahun 2021 dengan nilai saham turun hingga 280 basis poin ke 14,6%, GM diharapkan bisa merebut posisi tersebut di tahun 2022 setelah mengalami krisis keterbatasan chipset di 2021.

Selengkapnya di halaman GM →