Perbedaan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund dan Vanguard High Dividend Yield ETF: Invesco DB Commodity Index Tracking Fund diperdagangkan di $32,8 (kapitalisasi pasar $1,92B), sedangkan Vanguard High Dividend Yield ETF diperdagangkan di $158,37 (kapitalisasi pasar $100,80B). Perbedaan utamanya: Vanguard High Dividend Yield ETF jauh lebih besar — sekitar 52,5× kapitalisasi pasar Invesco DB Commodity Index Tracking Fund, dan Vanguard High Dividend Yield ETF lebih aktif diperdagangkan (908.176 vs 1.375.556). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund selama 61 Hari dan Vanguard High Dividend Yield ETF selama 138 Hari.
| DBC | VYM | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $1,92B | $100,80B |
Volume | 1.375.556 | 908.176 |
Sektor | Commodities - Metals/Agriculture | — |
Tertinggi 52 Minggu | $33,68 | $167,03 |
Terendah 52 Minggu | $22,07 | $137,47 |
Rata-rata Waktu Simpan | 61 Hari | 138 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DBC diperdagangkan di $32.51, turun 0.55% hari ini. Secara teknis, sinyal keseluruhan bullish dengan moving averages mendukung, sementara osilator netral. Fundamental menunjukkan pendapatan $82.59 juta dan laba bersih $22.38 juta pada 2024, dengan margin laba bersih 27.1%. Arus kas operasi positif $431.54 juta, namun neraca menunjukkan penurunan aset dari $2.7 miliar pada 2021 menjadi $1.29 miliar pada 2024.
Outlook DBC didukung oleh sinyal teknis bullish dan profitabilitas yang pulih, tetapi risiko utama termasuk volatilitas pendapatan historis dan penurunan aset. Investor perlu memantau konsistensi pertumbuhan pendapatan dan dampak kondisi komoditas global terhadap kinerja perusahaan.
VYM (Vanguard High Dividend Yield ETF) diperdagangkan pada $157.45 dengan penurunan harian -0.58%. Sinyal teknis keseluruhan bearish dengan moving averages menunjukkan tekanan jual, sementara osilator netral. ETF ini menawarkan diversifikasi sektor yang kuat namun menghadapi tantangan performa relatif terhadap rekan sejenis. Dividen terkini $0.89 dijadwalkan untuk September 2026.
Outlook VYM tetap stabil dengan fokus pada pendapatan dividen konsisten, meskipun performa total return tertinggal dari alternatif seperti SCHD. Risiko utama termasuk potensi pemotongan dividen dari holding perusahaan dan tekanan pada yield relatif terhadap suku bunga. ETF ini cocok untuk investor yang mencari pendapatan dengan biaya rendah.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
DBC adalah ETF komoditas terdiversifikasi yang melacak Indeks DBIQ Optimum Yield. ETF ini berinvestasi pada kontrak berjangka untuk 14 komoditas utama, termasuk minyak mentah, emas, dan jagung, dengan optimasi imbal hasil dan biaya transaksi.
Selengkapnya di halaman DBC →Penasihat reksa dana indeks ini menggunakan pendekatan investasi indeks yang dirancang untuk melacak kinerja indeks, yang terdiri dari saham perusahaan yang membayar dividen yang umumnya lebih tinggi dari rata-rata. Penasihat reksa dana ini berusaha meniru kinerja indeks target dengan menginvestasikan seluruh atau sebagian besar asetnya dalam saham-saham yang membentuk indeks, memegang setiap saham dengan proporsi yang hampir sama seperti bobotnya dalam indeks tersebut.
Selengkapnya di halaman VYM →