Perbedaan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund dan iShares 10 20 Year Treasury Bond ETF: Invesco DB Commodity Index Tracking Fund diperdagangkan di $33,1 (kapitalisasi pasar $1,92B), sedangkan iShares 10 20 Year Treasury Bond ETF diperdagangkan di $91,97 (kapitalisasi pasar $11,02B). Perbedaan utamanya: iShares 10 20 Year Treasury Bond ETF jauh lebih besar — sekitar 5,7× kapitalisasi pasar Invesco DB Commodity Index Tracking Fund, dan iShares 10 20 Year Treasury Bond ETF lebih aktif diperdagangkan (6.609.157 vs 1.375.556). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund selama 61 Hari dan iShares 10 20 Year Treasury Bond ETF selama 62 Hari.
| DBC | TLH | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $1,92B | $11,02B |
Volume | 1.375.556 | 6.609.157 |
Sektor | Commodities - Metals/Agriculture | Fixed Income |
Tertinggi 52 Minggu | $33,68 | $105,36 |
Terendah 52 Minggu | $22,07 | $91,34 |
Rata-rata Waktu Simpan | 61 Hari | 62 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DBC diperdagangkan di $32.51, turun 0.55% dalam 24 jam dengan sinyal teknis keseluruhan bullish. Fundamental menunjukkan pendapatan 2024 $82.59 juta dan laba bersih $22.38 juta, dengan arus kas operasi positif $431.54 juta. Aset total $1.29 miliar didukung ekuitas $1.28 miliar, menunjukkan struktur modal yang kuat tanpa utang. Tren pendapatan dan profitabilitas bervariasi, dengan margin laba bersih 2024 sebesar 27.1%.
Outlook DBC didukung oleh fundamental yang sehat dan momentum teknis bullish, namun volatilitas pendapatan historis dan eksposur sektor komoditas menimbulkan risiko. Investor dapat mempertimbangkan stabilitas neraca dan arus kas operasi yang kuat sebagai faktor positif, sementara mengawasi konsistensi pertumbuhan pendapatan ke depan.
TLH (iShares 10-20 Year Treasury Bond ETF) diperdagangkan di $91.45 dengan penurunan 0.12% hari ini. Sinyal teknis keseluruhan bearish dengan moving averages menunjukkan tekanan jual kuat, sementara RSI di level oversold. ETF ini mengalami volume perdagangan tidak biasa yang meningkat 66% pada 30 September 2026, mencapai 2.3 juta saham. Pembayaran dividen konsisten dengan jadwal reguler untuk kuartal terakhir.
Outlook TLH menghadapi tekanan dari kenaikan yield obligasi pemerintah AS yang mencapai level tertinggi multi-dekade. Risiko utama adalah lingkungan suku bunga tinggi yang berkelanjutan, sementara peluang muncul dari potensi rebound jika Fed mengubah kebijakan moneter. Sentimen investor tetap waspada terhadap volatilitas pasar obligasi global.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DBC adalah ETF komoditas terdiversifikasi yang melacak Indeks DBIQ Optimum Yield. ETF ini berinvestasi pada kontrak berjangka untuk 14 komoditas utama, termasuk minyak mentah, emas, dan jagung, dengan optimasi imbal hasil dan biaya transaksi.
Selengkapnya di halaman DBC →TLH melacak ICE U.S. Treasury 10-20 Year Bond Index, menawarkan akses terfokus ke utang pemerintah jangka menengah hingga panjang. ETF ini menjadi jalan tengah antara IEF (7-10 tahun) dan TLT (20+ tahun), menyeimbangkan imbal hasil dan risiko durasi.
Selengkapnya di halaman TLH →