Perbedaan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund dan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF: Invesco DB Commodity Index Tracking Fund diperdagangkan di $32,8 (kapitalisasi pasar $1,92B), sedangkan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF diperdagangkan di $60,93 (kapitalisasi pasar $3,39B). Perbedaan utamanya: SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF lebih aktif diperdagangkan (349.184 vs 1.375.556). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund selama 61 Hari dan SP Funds S&P 500 Sharia Industry Exclusions ETF selama 64 Hari.
| DBC | SPUS | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $1,92B | $3,39B |
Volume | 1.375.556 | 349.184 |
Sektor | Commodities - Metals/Agriculture | Broad Market / Factor |
Tertinggi 52 Minggu | $33,68 | $61,15 |
Terendah 52 Minggu | $22,07 | $46,65 |
Rata-rata Waktu Simpan | 61 Hari | 64 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DBC diperdagangkan di $32.51, turun 0.55% hari ini. Secara teknis, sinyal keseluruhan bullish dengan moving averages mendukung, sementara osilator netral. Fundamental menunjukkan pendapatan $82.59 juta dan laba bersih $22.38 juta pada 2024, dengan margin laba bersih 27.1%. Arus kas operasi positif $431.54 juta, namun neraca menunjukkan penurunan aset dari $2.7 miliar pada 2021 menjadi $1.29 miliar pada 2024.
Outlook DBC didukung oleh sinyal teknis bullish dan profitabilitas yang pulih, tetapi risiko utama termasuk volatilitas pendapatan historis dan penurunan aset. Investor perlu memantau konsistensi pertumbuhan pendapatan dan dampak kondisi komoditas global terhadap kinerja perusahaan.
SPUS diperdagangkan pada $61,07 dengan penurunan harian ringan -0,13%. Sinyal teknis keseluruhan bullish didukung oleh moving averages, meski osilator menunjukkan tekanan jual dengan RSI mendekati zona jenuh beli. ETF ini membayar dividen konsisten $0,03 per saham dengan jadwal reguler hingga September 2026, menarik bagi investor yang mencari pendapatan.
Outlook SPUS didukung momentum teknis bullish namun menghadapi risiko dari peningkatan short interest yang signifikan. Potensi kenaikan terbatas oleh level resistance di $62, sementara fundamental terbatas karena sifatnya sebagai ETF yang melacak indeks S&P 500 dengan kriteria syariah.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DBC adalah ETF komoditas terdiversifikasi yang melacak Indeks DBIQ Optimum Yield. ETF ini berinvestasi pada kontrak berjangka untuk 14 komoditas utama, termasuk minyak mentah, emas, dan jagung, dengan optimasi imbal hasil dan biaya transaksi.
Selengkapnya di halaman DBC →SPUS melacak indeks berbobot kapitalisasi pasar dari saham-saham S&P 500 yang mematuhi hukum Syariah. ETF ini menyaring perusahaan yang terlibat dalam aktivitas bisnis non-syariah seperti alkohol, tembakau, perjudian, dan keuangan konvensional, serta mengecualikan sektor-sektor seperti Dirgantara & Pertahanan, dan Pemrosesan Data. Dengan berfokus pada saham ber-leverage rendah, SPUS memberikan investor eksposur yang sadar nilai dan selaras secara etika ke portofolio terdiversifikasi dari ekuitas AS berkapitalisasi besar.
Selengkapnya di halaman SPUS →