Perbedaan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund dan iShares MBS ETF: Invesco DB Commodity Index Tracking Fund diperdagangkan di $32,8 (kapitalisasi pasar $1,92B), sedangkan iShares MBS ETF diperdagangkan di $89,7 (kapitalisasi pasar $35,41B). Perbedaan utamanya: iShares MBS ETF jauh lebih besar — sekitar 18,4× kapitalisasi pasar Invesco DB Commodity Index Tracking Fund, dan iShares MBS ETF lebih aktif diperdagangkan (5.388.525 vs 1.375.556). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Invesco DB Commodity Index Tracking Fund selama 61 Hari dan iShares MBS ETF selama 96 Hari.
| DBC | MBB | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $1,92B | $35,41B |
Volume | 1.375.556 | 5.388.525 |
Sektor | Commodities - Metals/Agriculture | Fixed Income |
Tertinggi 52 Minggu | $33,68 | $96,91 |
Terendah 52 Minggu | $22,07 | $89,09 |
Rata-rata Waktu Simpan | 61 Hari | 96 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DBC diperdagangkan di $32.51, turun 0.55% hari ini. Secara teknis, sinyal keseluruhan bullish dengan moving averages mendukung, sementara osilator netral. Fundamental menunjukkan pendapatan $82.59 juta dan laba bersih $22.38 juta pada 2024, dengan margin laba bersih 27.1%. Arus kas operasi positif $431.54 juta, namun neraca menunjukkan penurunan aset dari $2.7 miliar pada 2021 menjadi $1.29 miliar pada 2024.
Outlook DBC didukung oleh sinyal teknis bullish dan profitabilitas yang pulih, tetapi risiko utama termasuk volatilitas pendapatan historis dan penurunan aset. Investor perlu memantau konsistensi pertumbuhan pendapatan dan dampak kondisi komoditas global terhadap kinerja perusahaan.
MBB (iShares MBS ETF) diperdagangkan pada $89,22 dengan penurunan 0,16% hari ini. Sinyal teknis keseluruhan bearish dengan moving averages menunjukkan tekanan jual kuat. ETF ini menghadapi tantangan dari kenaikan suku bunga jangka menengah dan inflasi yang berkelanjutan, dengan short interest meningkat signifikan 98,3% pada September 2026. Dividen reguler tetap dibayarkan meski kondisi pasar menantang.
Outlook MBB menghadapi tekanan dari lingkungan suku bunga yang meningkat, namun mendapat dukungan dari minat institusional yang bertambah. Risiko utama termasuk durasi efektif 5,68 tahun yang rentan terhadap kenaikan suku bunga dan risiko konveksitas. Peluang muncul dari rotasi alokasi dana sovereign wealth ke mortgage-backed securities.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
DBC adalah ETF komoditas terdiversifikasi yang melacak Indeks DBIQ Optimum Yield. ETF ini berinvestasi pada kontrak berjangka untuk 14 komoditas utama, termasuk minyak mentah, emas, dan jagung, dengan optimasi imbal hasil dan biaya transaksi.
Selengkapnya di halaman DBC →Reksa dana indeks ini akan menginvestasikan setidaknya 80% dari total asetnya dalam sekuritas dan kontrak TBA dari indeks target. Setidaknya 90% dari total aset akan diinvestasikan dalam sekuritas pendapatan tetap dalam indeks target, yang penasihat percaya akan membantu reksa dana indeks ini mengikuti indeks target.
Selengkapnya di halaman MBB →