Perbedaan Invesco DB Agriculture Fund dan ProShares UltraShort Bloomberg Natural Gas ETF: Invesco DB Agriculture Fund diperdagangkan di $28,33 (kapitalisasi pasar $1,32B), sedangkan ProShares UltraShort Bloomberg Natural Gas ETF diperdagangkan di $24,75 (kapitalisasi pasar $141,25M). Perbedaan utamanya: ProShares UltraShort Bloomberg Natural Gas ETF jauh lebih besar — sekitar 107007575757,6× kapitalisasi pasar Invesco DB Agriculture Fund, dan Invesco DB Agriculture Fund lebih aktif diperdagangkan (771.657 vs 5.492.367). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Invesco DB Agriculture Fund selama 24 Hari dan ProShares UltraShort Bloomberg Natural Gas ETF selama 10 Hari.
| DBA | KOLD | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $1,32B | $141,25M |
Volume | 771.657 | 5.492.367 |
Tertinggi 52 Minggu | $29,49 | $49,39 |
Terendah 52 Minggu | $25,44 | $13,58 |
Rata-rata Waktu Simpan | 24 Hari | 10 Hari |
Sektor | — | Leveraged / Inverse |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
DBA (Invesco DB Agriculture Fund ETF) diperdagangkan pada $28.34 dengan penurunan 0.53% hari ini. ETF ini menunjukkan performa positif tahun ini dengan kenaikan 12.4% YTD, mengungguli S&P 500. Sentimen teknis cenderung bearish dengan sinyal jual lebih dominan, sementara fundamental terbatas karena ini adalah ETF komoditas yang berinvestasi dalam futures pertanian.
Outlook DBA dipengaruhi faktor geopolitik dan cuaca seperti ketegangan Trump-Xi dan fenomena El Nino yang dapat menggerakkan harga komoditas pertanian. Risiko utama termasuk volatilitas harga komoditas dan rasio biaya tinggi 0.85%. Analisis menyarankan hold dengan momentum bullish jangka panjang sejak 2020 namun perlu waspada volatilitas sektor.
KOLD menunjukkan performa positif dengan kenaikan 3.38% menjadi $25.68, namun sinyal teknis secara keseluruhan bearish dengan moving averages menunjukkan 13 sinyal jual. Fundamental perusahaan tidak tersedia dalam data yang diberikan. Sentimen pasar didominasi berita energi dengan tekanan dari produksi gas alam AS yang mencapai rekor tertinggi pada Juli 2026 (EIA, 2026-10-02).
Outlook untuk KOLD menghadapi tekanan dari produksi gas alam AS yang tinggi dan kondisi cuaca yang lebih ringan, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan dukungan potensial. Risiko utama termasuk volatilitas harga komoditas dan faktor musiman yang mempengaruhi permintaan gas alam.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Indeks yang terdiri dari satu atau lebih komoditas dasar ("komoditas indeks") ini dimaksudkan untuk mencerminkan sektor pertanian. Reksa dana ini mengejar tujuan investasinya dengan berinvestasi dalam portofolio kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa.
Selengkapnya di halaman DBA →KOLD adalah ETF leverage invers yang menargetkan imbal hasil harian dua kali (2x) kebalikan dari Indeks Bloomberg Natural Gas. ETF ini dirancang bagi investor yang ingin meraup profit saat harga gas alam turun.
Selengkapnya di halaman KOLD →