Perbedaan United States Copper Index Fund dan Invesco DB Agriculture Fund: United States Copper Index Fund diperdagangkan di $40,32 (kapitalisasi pasar $708,28M), sedangkan Invesco DB Agriculture Fund diperdagangkan di $28,33 (kapitalisasi pasar $1,32B). Perbedaan utamanya: United States Copper Index Fund jauh lebih besar — sekitar 536575757575,8× kapitalisasi pasar Invesco DB Agriculture Fund, dan Invesco DB Agriculture Fund lebih aktif diperdagangkan (771.657 vs 339.046). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan United States Copper Index Fund selama 49 Hari dan Invesco DB Agriculture Fund selama 24 Hari.
| CPER | DBA | |
|---|---|---|
Kapitalisasi Pasar | $708,28M | $1,32B |
Volume | 339.046 | 771.657 |
Sektor | Commodities - Metals/Agriculture | — |
Tertinggi 52 Minggu | $41,43 | $29,49 |
Terendah 52 Minggu | $30,27 | $25,44 |
Rata-rata Waktu Simpan | 49 Hari | 24 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
CPER diperdagangkan di $39.81, turun 0.55% dalam 24 jam. Sinyal teknis keseluruhan netral dengan rata-rata bergerak bullish dan osilator netral. Berita terkini menyoroti prospek tembaga untuk infrastruktur AI, namun data fundamental seperti P/E dan margin laba bersih tidak tersedia. Harga saat ini berada di sekitar level pivot $40, dengan support di $39 dan resistance di $40.
Outlook CPER dipengaruhi sentimen positif terhadap permintaan tembaga, namun kurangnya data fundamental membatasi penilaian. Risiko termasuk volatilitas harga komoditas dan ketergantungan pada dinamika pasar tembaga. Investor perlu memantau pengumuman pendapatan dan perkembangan operasional perusahaan untuk konfirmasi lebih lanjut.
DBA (Invesco DB Agriculture Fund ETF) diperdagangkan di $28.33, turun 0.56% dalam 24 jam. Sinyal teknis keseluruhan bearish dengan moving averages menunjukkan tekanan jual, sementara osilator netral. ETF ini telah memberikan return 12.4% YTD, mengungguli S&P 500 di bulan Juli (Zacks, 2026-07-30). Sentimen berita campuran, dengan fokus pada faktor geopolitik dan cuaca yang memengaruhi harga komoditas pertanian.
Outlook DBA didorong oleh potensi kenaikan harga komoditas akibat risiko cuaca El Nino dan ketegangan geopolitik, namun dibebani rasio biaya tinggi (0.85%) dan volatilitas sektor. Analis mempertahankan rating Hold (Seeking Alpha, 2026-09-22), menekankan konsolidasi di dekat level tertinggi sepanjang masa dengan tren bullish jangka panjang. Risiko utama termasuk fluktuasi harga komoditas dan dampak makroekonomi.
Imbal hasil berjalan pada periode standar
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
CPER adalah ETF komoditas yang melacak harga berjangka tembaga melalui SummerHaven Copper Index. Produk ini memberikan akses langsung ke 'logam merah' menggunakan strategi berbasis aturan untuk memilih kontrak berjangka, menjadikannya alat utama untuk lindung nilai atau spekulasi pertumbuhan industri dan elektrifikasi.
Selengkapnya di halaman CPER →Indeks yang terdiri dari satu atau lebih komoditas dasar ("komoditas indeks") ini dimaksudkan untuk mencerminkan sektor pertanian. Reksa dana ini mengejar tujuan investasinya dengan berinvestasi dalam portofolio kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa.
Selengkapnya di halaman DBA →