Perbedaan Bitcoin dan DigiByte: Bitcoin diperdagangkan di Rp1.133.752.157 (kapitalisasi pasar Rp22.790,59T, volume 24 jam Rp367,61T), sedangkan DigiByte diperdagangkan di Rp73,35 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp46,45M). Perbedaan utamanya: Bitcoin jauh lebih besar — sekitar 16757,8× kapitalisasi pasar DigiByte, dan suplai beredar Bitcoin 20,1M / 21M BTC (96%) dibanding 18,4B / 21B DGB (88%) milik DigiByte. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Bitcoin selama 107 Hari dan DigiByte selama 22 Hari.
| BTC | DGB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp22.790,59T | Rp1,36T |
Volume (24h) | Rp367,61T | Rp46,45M |
Suplai yang Beredar | 20,1M / 21M BTC (96%) | 18,4B / 21B DGB (88%) |
Typical Hold Time | 107 Hari | 22 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Bitcoin saat ini diperdagangkan di Rp1.132.000.000 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek namun menunjukkan potensi oversold berdasarkan RSI 6 di level 20.09. Pasar kripto mengalami tekanan dengan penurunan 50% dari puncak Oktober 2025, namun sentimen jangka panjang tetap optimis dengan prediksi mencapai Rp14,6 triliun (setara $1 juta) pada 2030. Tokenomics Bitcoin tetap solid dengan sirkulasi 96% dari suplai maksimum 21 juta BTC dan hold time rata-rata 107 hari.
Outlook: Tekanan jangka pendek berlanjut dengan sinyal bearish, namun level support kuat di Rp1.106 miliar memberikan peluang akumulasi. Risiko utama meliputi volatilitas tinggi, tekanan regulasi global, dan ketegangan geopolitik yang mempengaruhi likuiditas. Peluang terletak pada adopsi institusional yang terus berlanjut dan scarcity token yang terbatas.
DigiByte (DGB) menunjukkan sinyal teknis bullish dengan harga saat ini Rp72.865, didukung oleh moving averages yang positif meskipun osilator netral. Token ini mendekati level resistance R1 (Rp68) dan R2 (Rp70), dengan market cap Rp1,35T dan sirkulasi 88% dari total supply 21 juta DGB. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang dilaporkan.
Outlook keseluruhan cenderung positif jangka pendek dengan momentum teknis kuat, namun investor perlu waspada terhadap volatilitas tinggi dan risiko likuiditas. Peluang terletak pada potensi breakout di atas resistance, sementara risiko utama meliputi tekanan regulator kripto dan rendahnya volume perdagangan yang dapat memperparah pergerakan harga.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Diciptakan pada Januari 2009 oleh Satoshi Nakamoto. BTC adalah mata uang online terdesentralisasi pertama dan paling banyak digunakan dengan kapitalisasi pasar tertinggi. Tujuannya adalah untuk menyediakan sistem pembayaran peer-to-peer tanpa membutuhkan pihak ketiga. Total pasokan BTC terbatas pada 21 juta keping saja. Di Oktober 2020, ada lebih dari 85% BTC yang telah beredar.
Selengkapnya di halaman BTC →DigiByte (DGB) adalah platform blockchain dan penciptaan aset sumber terbuka. Pengembangannya dimulai pada Oktober 2013, dan blok genesisnya ditambang pada Januari 2014 sebagai hasil percabangan Bitcoin (BTC).
Selengkapnya di halaman DGB →