Generasi baby boomer atau milenial kemungkinan besar akrab dengan lagu “bang bing bung, yok kita nabung, tang ting tung, hey, jangan dihitung, tahu-tahu kita nanti dapat untung”. Kamu bisa cari lirik lengkapnya di mesin pencari Google. Inti lagu tersebut ialah ajakan untuk menabung. Tentu saja, ajakan ini juga berlaku untuk tips menabung emas.
Kita semua paham manfaat menabung. Tapi, tidak seperti lirik lagu yang dipopulerkan Trio Kwek-kwek tersebut, jumlah tabungan harus dihitung agar kita bisa mengetahui dan merencanakan finansial kita.
Saat ini, tabungan tidak lagi sebatas uang yang kita simpan di bank. Banyak jenis tabungan yang beredar di pasar investasi. Menabung emas contohnya.
Secara garis besar, konsep tips menabung emas mirip menabung uang di bank. Alih-alih mengumpulkan uang, kita membeli emas sedikit demi sedikit dalam jangka waktu tertentu.
Dalam menabung emas, lebih baik jika kita menggunakan teori Dollar Cost Averaging (DCA). Sejatinya, DCA diterapkan dalam investasi saham.
Penemu teori ini percaya, bila kita membeli saham secara berkala, keuntungan yang kita raih lebih besar dibandingkan membeli saham secara sekaligus di depan atau lump sum.
Anggaplah kita punya modal Rp12 juta untuk diinvestasikan di pasar modal dengan membeli saham dengan asumsi return 20% dalam setahun. Dengan metode investasi secara sekaligus, asumsi penghasilan 20%, pada akhir tahun, modal ini berkembang menjadi Rp14,4 juta.
Kelemahan metode ini ialah pasar modal tidak terprediksi. Bahkan ada kalanya, saham tidak bisa mencapai return sebesar 20% dalam setahun. Harga saham fluktuatif alias cenderung naik dan turun.
Lantas bagaimana? Metode DCA bisa jadi jawaban. Melalui metode ini, kita melakukan investasi secara berkala, sejumlah Rp1 juta per bulan tanpa memikirkan kenaikkan atau penurunan harga. Yang paling penting adalah jumlah dan waktu yang konsisten.
Metode DCA juga bisa diterapkan dalam investasi emas. Ambil contoh pergerakan harga emas dalam negeri selama 10 bulan terakhir.
Berikut adalah perbandingan antara jika kita investasi di emas secara sekaligus di depan (contoh Rp10 juta), dibanding jika kita melakukan investasi secara berkala (contoh Rp1 juta per bulan selama 10 bulan). Beda kan hasilnya? Bahkan dengan perhitungan jangka panjang perbedaannya bisa semakin lebar!
Jika kamu investor pemula dengan modal yang kecil, kamu bisa mempertimbangkan metode menabung emas secara berkala. Apalagi jika kamu mengandalkan gaji bulanan sebagai sumber dana investasi.
Metode investasi DCA sudah terbukti lebih efektif dibanding melakukan investasi secara sekaligus. Metode ini digunakan oleh investor terkenal Warren Buffett selama berpuluh-puluh tahun, sehingga dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia seperti sekarang ini!
Semoga setelah membaca artikel ini, kamu bisa semakin memahami konsep menabung emas. Pilih metode yang sesuai dengan karakter dan kebutuhanmu.
Yuk mulai menabung emas di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!
Minimalisir Resiko Investasi dengan Strategi Dollar Cost Averaging, Begini Caranya!
Jika Kita Investasi Emas 10-2- Tahun Lalu, Berapa Ya Cuannya Hari Ini?
Bagikan artikel ini