
Perusahaan desain semikonduktor dan perangkat lunak terkemuka, Synopsys, melaporkan hasil keuangan yang kuat sepanjang kuartal II 2023. Pendapatan perusahaan terapresiasi 19.2% dari tahun sebelumnya mencapai $1,487 miliar. Selain itu, Synopsys melaporkan margin operasi non-GAAP sebesar 35,3% dan laba per saham sebesar $2,88 atau 4.79% lebih tinggi dari estimasi pasar pada $2,748. Perusahaan juga menghasilkan arus kas operasi sebesar $560 juta.
Perseroan memiliki 3 bisnis utama yaitu Electronic Design Automation (EDA) yang berkontribusi sekitar 65% dari pendapatan, Semiconductor Intellectual Property (IP) sebesar 35% dan 10% sisanya dari Software Security. Pada kuartal II ini, segmen EDA pertama kalinya mencapai pendapatan lebih dari $1 miliar.
Kedepannya, Synopsys mengumumkan bahwa Sassine Ghazi akan menjadi Presiden dan CEO mulai Januari 2024, dengan Aart de Geus beralih ke peran Ketua Dewan Eksekutif. Perusahaan juga meningkatkan target pendapatan menjadi $5,81 miliar - $5,84 miliar, dengan perbaikan margin operasi non-GAAP yang diharapkan sebesar 200 basis poin.
Synopsys menyoroti inisiatif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diterapkan perusahaannya, termasuk monetisasi melalui penyematkan AI di seluruh EDA-nya serta penggunaan AI untuk mengoptimalkan dan mengotomatisasi alur kerja internal. Perusahaan tetap percaya pada model bisnisnya dan mengharapkan pertumbuhan berkelanjutan di segmen AI.
Beberapa analis memperkirakan bahwa pasar chip AI saat ini senilai $20 miliar hingga $30 miliar dan akan melampaui $100 miliar pada tahun 2030. Dengan hasil keuangan yang kuat dan rencana masa depan yang optimistis, Synopsys bisa menjadi salah satu emiten yang menarik untuk dipertimbangkan oleh Sobat Cuan.


