
Laba per Saham Lampaui Ekspektasi Analis
Oracle Corporation melaporkan pendapatan kuartal kedua tahun ini, dengan total pendapatan sebesar $12,45 miliar, naik 8,8% dari tahun sebelumnya (YoY). Perusahaan juga melaporkan laba per saham (EPS) sebesar $1.19. Hasil ini lebih tinggi dari ekspektasi analis di $1.152.
Akuisisi Cerner Membuahkan Hasil dan Berikan Nilai Tambah
Pada 2022, Oracle mengakuisisi perusahaan teknologi informasi di bidang kesehatan Cerner dengan nilai US$95 per saham atau sekitar US$28,3 miliar. Akuisisi ini mampu menaikkan pendapatan Oracle. Total pendapatan cloud, yang mencakup SaaS dan IaaS, tanpa Cerner, mencapai $4 miliar, naik 29%. Sekarang, termasuk Cerner, total pendapatan cloud naik hampir 30% menjadi $4,6 miliar. Rinciannya pendapatan IaaS mencapai $1,5 miliar, naik 64%, dan pendapatan SaaS sebesar $3,1 miliar, naik 17%.
Perusahaan sangat optimistis dengan akuisisi Cerner. Mereka percaya ini adalah langkah strategis yang baik bagi perseroan. Dengan integrasi Cerner ke dalam layanan Cloud mereka, perseroan dapat menyediakan solusi end-to-end yang lebih lengkap untuk para pelanggan perawatan kesehatan, mulai dari aplikasi back-office hingga solusi perawatan pasien yang canggih. Lebih lanjut, Oracle menyatakan sudah ada sekitar 2.000 rumah sakit yang diotomatisasi dengan Cerner. Perusahaan juga akan memanfaatkan teknologi Cerner dalam berbagai industri lain yang mereka layani.
Miliki Arus Kas yang Sehat
Selama empat kuartal terakhir, arus kas operasional positif $17,7 miliar, naik 68%, dan arus kas bebas senilai $9,5 miliar, naik 76%. Perusahaan juga melaporkan kas dan setara kas sebesar $11,613 miliar pada akhir tahun kemarin, meningkat 11% dari tahun sebelumnya.
Oracle Cloud Infrastructure Menjadi Andalan
Pendapatan total dari layanan cloud digabung dengan lisensi untuk kuartal ini mencapai $9,5 miliar, naik 12%, yang didorong oleh produk terbaru dari aplikasi cloud strategis miliknya, Autonomous Database, dan Gen2 Oracle Cloud Infrastructure (OCI). Pendapatan dari pemakaian OCI naik 91%, pendapatan dari Layanan Cloud Exadata naik 46%, dan Autonomous Database naik 42%. Melejitnya pendapatan OCI mengalahkan raksasa-raksasa teknologi awan lainnya. Sebagai contoh, segmen teknologi awan milik Microsoft, Azure, hanya mampu membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar 27%. Sementara itu, AWS pun hanya mampu menorehkan pertumbuhan pendapatan 16%.
Proyeksi Masa Depan
Perusahaan ini memperkirakan pendapatan total akan tumbuh 3-5% untuk kuartal III tahun ini. Oracle melaporkan pertumbuhan yang kuat dalam bisnis infrastruktur Cloud AI dan aplikasi Cloud. Perusahaan berharap mendapatkan dua kontrak besar senilai lebih dari $1 miliar dalam pendapatan dari bisnis Cerner Health pada kuartal ini. Selain itu, kesembilan perusahaan utilitas yang dimiliki oleh Berkshire Hathaway akan mengganti sistem ERP mereka yang ada dengan aplikasi Fusion Cloud Oracle. Oracle juga memperluas kemitraan multi-cloudnya dengan Microsoft untuk memudahkan pelanggan Microsoft Azure menggunakan teknologi database cloud Oracle begitu pun sebaliknya. Ini adalah upaya kolaboratif antara dua perusahaan untuk memberikan manfaat kepada pelanggan dan memungkinkan mereka untuk memilih dan menggunakan layanan cloud yang sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa harus terkendala oleh batasan infrastruktur. Dengan prospek yang baik ke depannya, analis dari Mizuho dan Guggenheim merevisi target harga saham dari ORCL menjadi $150 per lembar pada (12/9).


