
Kinerja Keuangan American Express
Pendapatan American Express (AXP) bertumbuh 13% YoY menjadi US$15,4 miliar yang didorong oleh segmen US Consumer Services sebesar US$7,2 miliar yang memiliki proporsi sebesar 46,7% dari total pendapatan, yang diikuti oleh segmen commercial service dengan proporsi 24,3% dari total pendapatan atau sebesar US$3,8 miliar. Adapun total card number spending bertumbuh 7% YoY menjadi US$420,2 miliar dan total provisi untuk credit losses berada di level US$1,2 miliar (+58% YoY). Adapun laba per saham (EPS) American Express bertumbuh 33,6%YoY menjadi US$3,3 melebihi ekspektasi analis yang berada di level US$2,96.
Proyeksi Masa Depan
Kedepannya pendapatan American Express tetap ditopang oleh billing, card fees dan penyaluran kredit. Perusahaan juga akan terus melakukan inovasi produk yang menarik bagi generasi millennials dan Gen Z, adapun pada Q32023, 60% dari pembukaan akun baru didominasi oleh generasi tersebut. American Express juga optimis untuk memiliki pertumbuhan pendapatan sebesar 15%-17% YoY dan EPS sebesar 12%-16% sebesar US$11-US$11,4 pada 2024.
Ke depan, American Express berencana untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan kemampuan digitalnya. Perusahaan bertujuan untuk memanfaatkan merek yang kuat dan loyalitas pelanggan untuk mendorong pertumbuhan di pasar kunci. Selain itu, American Express bermaksud untuk berinvestasi dalam teknologi dan analitik data untuk menawarkan solusi yang personal dan inovatif kepada pelanggan.
Analis dari Morgan Stanley menilai harga wajar saham American Express berada pada level $175, mencerminkan potensi kenaikan hampir 25% dari harga penutupan Jumat (20/10).


