Free Cash Flow to Equity (FCFE)
Table of Contents
Apa Itu Free Cash Flow to Equity
Free Cash Flow to Equity (FCFE) adalah sebuah metode untuk mengukur jumlah uang yang tersedia bagi pemegang saham sebuah perusahaan setelah perusahaan membayar pengeluarannya dan investasi serta melunasi utangnya.
Dalam ilmu keuangan, perhitungan ini dilakukan agar investor atau analis dapat mengetahui jumlah kapital yang telah digunakan perusahaan.
Profesor keuangan asal AS, Aswath Damodaran dalam bukunya "Investment Valuation" (2002) menjelaskan, FCFE adalah besarnya kas yang dapat dibayarkan oleh suatu perusahaan kepada pemegang saham setelah dikurangi semua pengeluaran, reinvestment, dan pembayaran utang.
Baca Juga: Analisis Rasio Keuangan
Apa Manfaat Free Cash Flow to Equity?
Bagi investor dan analis, angka Free Cash Flow to Equity merupakan cerminan banyak hal yang terjadi di tubuh perusahaan. Lantas, apa saja manfaat perhitungan ini?
1. Mengukur Potensi Keuntungan Bagi Pemegang Saham
Bagi investor dan analis, metrik ini berfungsi untuk menemukan valuasi satu perusahaan, utamanya jika perusahaan tersebut tidak membagikan dividen. Sehingga, jika perusahaan tidak membagikan dividen namun masih punya kemampuan dalam memberikan kas, maka investor bisa melirik saham perusahaan tersebut.
Dengan demikian, metrik ini bisa membantu investor dalam menilai seberapa besar potensi keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi di sebuah perusahaan.
2. Menguji Kebijakan Dividen Perusahaan
FCFE memungkinkan para investor untuk menguji kebijakan dividen perusahaan.
Dengan membandingkan FCFE dengan dividen yang dibayarkan, investor dapat mengevaluasi apakah perusahaan memiliki kemampuan keuangan yang cukup untuk mempertahankan atau meningkatkan pembayaran dividen.
3. Evaluasi Kebutuhan Modal Perusahaan
Metrik Free Cash Flow to Equity juga membantu dalam mengevaluasi kebutuhan modal perusahaan di masa depan.
Dengan menganalisis FCFE secara teratur, manajemen perusahaan dapat mengidentifikasi kebutuhan modal yang mungkin timbul dan mencari sumber pendanaan yang sesuai.
4. Pengambilan Keputusan Investasi yang Lebih Cerdas
FCFE memberikan informasi penting bagi para investor dan analis keuangan untuk membuat keputusan investasi yang lebih cerdas.
Dengan mempertimbangkan FCFE bersama dengan faktor-faktor lain seperti risiko investasi, pertumbuhan perusahaan, dan kondisi pasar, investor dapat membuat keputusan yang lebih informasional dan berdasarkan analisis yang kuat.
Baca Juga: Analisis Fundamental Saham
Bagaimana Cara Menghitung Free Cash Flow to Equity?
Analis dan investor dapat mengetahui Free Cash Flow to Equity dengan memanfaatkan rumus berikut:
FCFE = CFO - Capex + Net Borrowing
Keterangan:
- CFO (Cash Flow from Operations) adalah aliran kas dari kegiatan operasional perusahaan.
- Capex (Capital Expenditures) adalah belanja modal yang dihabiskan oleh perusahaan.
- Net Borrowing adalah jumlah netto atas utang baru yang diambil atau pinjaman yang dilunasi oleh perusahaan.
Bagaimana Contoh Penghitungannya?
Misalkan, aliran kas untuk operasional perusahaan bernama PT Suka Kaya adalah Rp100.000.000 (CFO), sedangkan belanja modal yang dihabiskannya (Capex) sebesar Rp50.000.000. Perusahaan ini juga memiliki nilai Net Borrowing sebesar Rp20.000.000.
Sehingga, nilai Free Cash Flow to Equity adalah:
FCFE = 100.000.000 - 50.000.000 + 20.000.000
FCFE = 70.000.000
Dalam contoh di atas, FCFE perusahaan PT Suka Kaya adalah Rp70.000.000. Jumlah ini menggambarkan jumlah uang yang tersedia bagi pemegang saham setelah perusahaan memenuhi kebutuhan operasional dan investasi perusahaan.
Seperti Apa Nilai Free Cash Flow to Equity yang Bagus?
Setelah memahami perhitungan FCFE, Sobat Cuan mungkin bertanya-tanya mengenai seperti apa angka Free Cash Flow to Equity yang dianggap bagus?
Secara sederhananya, bagus atau tidaknya angka FCFE satu perusahaan tentu harus dibandingkan dengan perusahaan lain yang bergerak di sektor yang sama. Jika perusahaan tersebut punya FCFE yang lebih baik dibanding perusahaan lainnya, maka si perusahaan itu punya kemampuan yang lebih baik dalam membagikan kas ke investornya.
Namun, selain itu, Sobat Cuan juga bisa merujuk ke karakteristik di bawah ini untuk mengetahui ciri-ciri angka FCFE yang baik!
1. Angkanya Positif dan Konsisten
FCFE yang positif menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan lebih banyak kas dari kegiatan operasionalnya daripada yang diperlukan untuk membiayai belanja modal dan hutang.
Jika FCFE konsisten secara positif dalam beberapa periode, maka itu menunjukkan kestabilan keuangan perusahaan.
2. Pertumbuhan
FCFE yang meningkat dari tahun ke tahun menunjukkan pertumbuhan yang sehat dalam menghasilkan uang tunai yang tersedia bagi pemegang saham.
Pertumbuhan FCFE yang berkelanjutan menunjukkan bahwa perusahaan mampu meningkatkan profitabilitas dan efisiensi operasionalnya.
3. Kemampuan Membayar Dividen
FCFE yang cukup besar dapat mendukung kebijakan dividen yang baik. Jika FCFE perusahaan melebihi jumlah dividen yang dibayarkan, maka perusahaan dianggap memiliki kemampuan keuangan untuk membayar dividen kepada pemegang saham.
4. Kemampuan Membayar Utang dan Investasi
FCFE yang kuat memungkinkan perusahaan untuk membayar utang dengan lancar dan melakukan investasi untuk memperkuat bisnisnya. Selain itu, nilai FCFE yang cukup besar memungkinkan perusahaan untuk membiayai pengembangan produk baru, ekspansi pasar, atau akuisisi tanpa terlalu bergantung pada pinjaman.
Baca Juga: Debt to Equity Ratio
Keterbatasan Free Cash Flow to Equity
Meski memiliki manfaat bagi investor, metrik Free Cash Flow to Equity pun memiliki kekurangannya sendiri. Lantas, apa saja kekurangan tersebut?
1. Sulit Mengukur Nilai Masa Depan
FCFE hanya memberikan gambaran tentang aliran kas yang tersedia pada saat ini. Namun, ia tidak bisa meramal situasi arus kas di masa depan lantaran formulasinya tidak mengikutsertakan faktor seperti perubahan kebijakan perusahaan, persaingan pasar, dan perubahan kondisi ekonomi.
2. Sensitivitas terhadap Perubahan Pembiayaan
Nilai FCFE dapat dipengaruhi oleh perubahan dalam sumber pendanaan perusahaan seperti perubahan dalam utang atau ekuitas. Sehingga, jika variabel itu berubah sedikit saja, maka nilai FCFE pun akan ikut berubah. Sementara itu, perubahan nilai FCFE akan mempengaruhi analisis dan pengambilan keputusan investasi.
3. Ketergantungan pada Proyeksi Keuangan yang Akurat
Perhitungan FCFE memerlukan proyeksi keuangan yang akurat dan dapat diandalkan. Jika proyeksi ini tidak tepat, maka hal itu menyebabkan kesalahan dalam penilaian perusahaan dan pengambilan keputusan investasi.
4. Sulit Membandingkan Perusahaan di Industri yang Berbeda
Nilai FCFE dapat bervariasi antara industri yang berbeda karena karakteristik operasional dan modal yang berbeda pula.
Hal ini membuat perbandingan FCFE antara perusahaan dalam industri yang berbeda menjadi kurang relevan dan sulit untuk melakukan analisis lintas industri.
Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi Saham AS, indeks saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!
Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!
Sumber: Investopedia





