ASSET_ICON
Trading di Pluang
Satu platform untuk semua pasar
Download
Kamus
Margin of Safety
shareIcon

Margin of Safety

0  dilihat·Waktu baca: 2 menit
shareIcon
Margin of Safety
Margin of Safety adalah selisih antara nilai intrinsik suatu saham dengan harga pasar saat ini, yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi investor dari kesalahan estimasi.

Apa itu Margin of Safety?

Konsep Margin of Safety diperkenalkan oleh Benjamin Graham dalam buku klasiknya The Intelligent Investor (1949) dan menjadi fondasi filosofi value investing. Prinsipnya sederhana: jangan pernah membeli saham di harga yang mendekati atau melebihi nilai intrinsiknya. Semakin besar diskon yang tersedia (margin of safety), semakin kecil risiko kerugian meski terjadi kesalahan dalam estimasi nilai intrinsik.

Rumus dan contoh Margin of Safety

Margin of Safety  =  (Nilai Intrinsik – Harga Pasar) ÷ Nilai Intrinsik × 100%


Contoh A — MoS memadai:

  Nilai intrinsik   : Rp 10.000 per lembar

  Harga pasar       : Rp  7.000 per lembar

  Margin of Safety  : (10.000 – 7.000) ÷ 10.000 = 30% ✓


Contoh B — MoS tidak ada:

  Nilai intrinsik   : Rp 10.000 per lembar

  Harga pasar       : Rp 11.000 per lembar

  Margin of Safety  : Negatif → TIDAK BELI

Berapa Margin of Safety yang ideal?

Profil Investor

MoS Minimum yang Disarankan

Alasan

Konservatif / pemula

> 40%

Ruang besar untuk kesalahan estimasi

Moderat

25–40%

Balance antara proteksi dan peluang

Agresif (familiar dengan saham)

15–25%

Analisa mendalam, toleransi risiko lebih tinggi

Saham blue chip stabil

Bisa lebih rendah (10–20%)

Bisnis lebih terprediksi, estimasi lebih akurat

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Margin of Safety

Apakah Margin of Safety besar selalu berarti saham akan naik? Tidak. Saham bisa tetap murah (undervalued) untuk waktu lama jika tidak ada katalis yang mendorong pasar mengenali nilai sebenarnya. Kombinasikan MoS dengan analisa katalis dan timing pasar.

Mengapa MoS penting meski perhitungan nilai intrinsik sudah dilakukan? Karena setiap estimasi nilai intrinsik mengandung asumsi — tentang pertumbuhan laba, tingkat diskonto, dan kondisi makro — yang bisa meleset. MoS adalah "asuransi" atas ketidakpastian tersebut.

Istilah Terkait:  Nilai Intrinsik  •  Value Investing  •  Overvalued/Undervalued  •  DCF Valuation  •  Graham Number

Ditulis oleh
channel logo
Marcella Kusuma
Right baner
Bagikan artikel ini
no_content
Trading dan Investasi dengan Super App Investasi  #1